Ngabalin: Jokowi Tak Bisa Didikte soal Reshuffle, Ini Orang Hebat

Agus Rahmat, Eduward Ambarita
·Bacaan 1 menit

VIVA – Kasak kusuk mengenai reshuffle Kabinet Indonesia Maju 2019-2024, masih mengemuka. Sejumlah nama yang diklaim layak menjadi menteri mulai disodorkan ke publik. Baik itu dari kalangan profesional hingga dari partai politik.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin menegaskan, meski banyak pihak menyodorkan nama tersebut, tapi Presiden Jokowi yang memutuskan karena tidak bisa diintervensi oleh siapapun.

"Bahwa dalam hal reshuffle itu kan hak prerogatif Presiden. Beliau secara independen mengambil keputusan itu dan tidak bisa diintervensi oleh siapapun," kata Ali saat dihubungi VIVA, Selasa 20 April 2021.

Baca juga: KPK Usut Pengakuan Wali Kota Cimahi Diperas Oknum Rp1 Miliar

Pria yang juga politisi Partai Golkar itu mengatakan, wacana mengenai reshuffle sepanjang yang dia sampaikan sebelumnya hanya lah berbicara mengenai peleburan kementerian dan adanya nomenklatur baru. Dimana berdasarkan surat Presiden Jokowi ke DPR, sudah disetujui di paripurna.

Praktis dengan adanya itu, sudah pasti ada pejabat baru. Dan, sepanjang yang dia kenal dan tahu, menurutnya Presiden Jokowi bukan sosok pemimpin biasa. Tidak bisa didikte dalam memilih para pembantunya, apalagi disodorkan nama-nama dari berbagai kelompok.

"Sangat (tidak bisa didikte). Tidak bisa diintervensi. Ini orang hebat. Ngeri ini kawan," ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, perombakan kabinet tidak berpatok pada dua atau tiga nama yang akan mengisi pos-pos baru di badan atau kementerian.