Ngakak, Analisa Kocak Cara Susu Beruang Bunuh Virus COVID-19

·Bacaan 1 menit

VIVA – Belum lama ini muncul video viral yang menunjukkan suasana kisruh sebuah pasar swalayan saat para konsumen berebut mengambil susu kemasan kaleng. Sontak kejadian itu pun seolah memicu panic buying dan lonjakan harga produk yang ngetop dengan sebutan susu beruang itu.

Rekaman yang menunjukan masyarakat berbondong-bondong mengambil kaleng susu merk Bear Brand pun disayangkan oleh sejumlah pihak lantaran abai dalam penerapan Protokol Kesehatan COVID-19.

Yang lebih disayangkan lagi, kejadian tersebut terjadi di saat pemerintah telah menerapkan kebijakan Pembatasan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dalam upaya mengatasi lonjakan pesat angka positif COVID-19.

Dalam video yang jadi sorotan tersebut, tampak para konsumen bisa membeli hingga dua dus kaleng susu tersebut tanpa berpikir panjang seolah berlomba untuk 'mengamankan' kebutuhan susu untuk mereka.

Terkait fenomena tersebut, produk “susu beruang” pun memberikan tanggapannya mengenai kondisi yang sempat menjadi sorotan itu.

Hebohnya konsumen dalam mencari dan meyakini khasiat produk susu tersebut menjadi salah satu alternatif penangkal virus COVID-19 pun langsung memunculkan sejumlah spekulasi.

Dan sebuah analisa kocak pun mencuat dari salah satu komentar netizen pada postingan video suasana berebut susu beruang di akun Instagram @lambe_turah mengenai cara bagaimana produk susu beruang bisa membunuh virus.

"Jadi khasiat susu ini membunuh si virus, caranya adalah dengan membuat virus tersebut bingung, ini susu sapi, merk-nya beruang, iklannya naga, karena bingung virusnya stress lalu imun si virus turun jadinya itu virus bisa dikalahkan oleh antibodi," tulis komentar dari akun IG @karina.gianina.

Sontak komentar ngakak tersebut mampu mengumpulkan 5 ribu lebih likes dan 300an tanggapan yang mengomentarinya lagi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel