Ngaku Keponakan Jenderal, Pria Tak Bermasker Mau Takut-takuti Petugas

·Bacaan 1 menit

VIVA - Seorang remaja tanpa masker yang mengaku memiliki saudara jenderal bintang dua dipastikan cuma klaim sepihak. Sejatinya, dia bukanlah keponakan seorang jenderal.

"Yang bersangkutan mengaku memiliki saudara jenderal namun setelah diklarifikasi pernyataan tersebut tidak benar," kata Kapolres Tangerang Selatan, Ajun Komisaris Besar Polisi Iman Imanudin, kepada wartawan, Rabu, 7 Juli 2021.

Hal ini dibuktikan dengan memeriksa keluarga pelaku. Hasilnya, dia tak punya kerabat jenderal polisi maupun TNI.

"Setelah hasil pemeriksaan tidak ada keterkaitan, tidak memiliki saudara jenderal baik TNI maupun Polri. Walaupun tadi yang bersangkutan menyampaikan saat penegakan hukum kemarin sampaikan memiliki saudara jenderal, tapi tetap keselamatan masyarakat yang utama sehingga hukum tidak pandang bulu dan harus ditegakkan," kata Iman.

Baca juga: Pria Tak Bermasker Ngaku Ponakan Jenderal Ditangkap, Langsung TSK

Lebih lanjut, dia mengatakan motif remaja tersebut mengaku keluarga jenderal saat ditegur oleh petugas untuk membuat takut petugas yang menegurnya.

"Ya (nakut-nakuti petugas) mungkin seperti itu," ujarnya lagi.

Telah diunggah video viral di dunia maya oleh @makrumpita pada 6 Juli 2021. Dari video tersebut, ada seorang pria tertangkap basah oleh petugas gabungan karena tak mematuhi protokol kesehatan. Pada video tersebut, pemuda itu tidak menggunakan masker saat berkendara.

Aksi pelanggaran ini pun sontak didapati petugas gabungan di Kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, pada Senin, kemarin. Para petugas gabungan berhasil menegur pemuda tersebut saat terjaring operasi penerapan protokol kesehatan.

Awalnya, pemuda tersebut sempat menolak diberikan sanksi saat terjaring operasi. Karena ketahuan tidak menggunakan masker saat mengendarai kendaraannya.

Bahkan, si pelanggar prokes itu juga berpura-pura mengaku sebagai keponakan dari seorang aparat penegak hukum berpangkat jenderal bintang dua.

Namun, para petugas gabungan itu tidak ada yang mempercayainya. Sontak saja video yang beredar tersebut menuai komentar dari banyak netizen, tak sedikit yang menyalahkan pemuda tersebut.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel