Ngamuk di warung, 2 polisi dikeroyok warga

MERDEKA.COM,

Akibat mengamuk di sebuah warung, dua orang yang diduga anggota polisi dikeroyok massa. Pasalnya, warga menilai keduanya bertindak arogan karena mengacung-acungkan senjata tajam kepada pemilik warung.

Dilansir Antara (2/2), peristiwa berlangsung sekitar pukul 01.00 WITA, sejumlah polisi berpakaian preman mencari pelaku pemukulan seorang rekannya. Selama pencarian, mereka tidak berhasil menemukan orang yang dicari.

Kesal tidak menemukan pelaku pemukulan, kawanan polisi itu lantas mengamuk sembari mengacung-acungkan senjata tajam. Melihat itu, pemilik warung memilih lari karena takut dan meminta pertolongan kepada warga sekitar.

Teriakan itu direspon ratusan warga di Jalan Cumi-Cumi, Kelurahan Lere, Palu. Warga kemudian mengejar anggota polisi yang dinilai bertindak arogan terhadap masyarakat.

Kalah jumlah, polisi yang sempat mengamuk di dalam warung segera melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor. Mereka ketakutan saat melihat ratusan orang membawa batu dan kayu.

Meski berusaha kabur, dua orang polisi dan rekannya seorang warga sipil gagal meloloskan diri dari kejaran massa. Akibatnya, ketiga orang ini menjadi sasaran empuk.

Tak hanya mengeroyok, warga juga membakar dua unit motor milik korban. Selain melempari dan memukuli dengan menggunakan batu serta kayu, kendaraan roda dua tersebut turut dibakar massa.

Tidak lama kemudian, aparat Polres Palu tiba di lokasi kejadian untuk menenangkan warga yang mengamuk. Polisi juga mengalami kesulitan saat mengevakuasi ketiga korban karena truk dihadang warga.

Saat ini kondisi sudah kembali kondusif, belum diketahui nasib ketiga pengeroyokan tersebut.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.