Ngawur Bikin Video Rizieq Shihab FPI, Prajurit TNI Dijebloskan ke Bui

Bayu Adi Wicaksono
·Bacaan 1 menit

VIVA – Prajurit Angkatan Udara Tentara Nasional Indonesia, dijebloskan ke rumah tahanan militer karena bertindak ngawur melanggar disiplin militer saat kepulangan Rizieq Shihab dari Arab.

Prajurit TNI AU berinisial BD itu dijebloskan Rumah Tahanan Militer Satuan POM Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, setelah membuat sebuah video nyanyian tentang pimpinan FPI, Rizieq Shihab. Apesnya video itu beredar luas di media sosial.

Berdasarkan keterangan resmi dari Dinas Penerangan TNI AU dilansir VIVA Militer, Rabu 11 November 2020, apa yang dilakukan prajurit berpangkat Sersan Kepala telah melanggar aturan. Karena itulah, Polisi Militer dan intelijen TNI langsung turun tangan.

"Sekarang sudah ditangani oleh POM dan intel, Kalau saya lihat itu pelanggarannya disiplin militer," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama Fajar Adriyanto.

Serka BD membuat video nyanyian untuk menyambut kedatangan Rizieq Shihab ke Indonesia. Video itu direkam dengan telepon genggam dan dia masih mengenakan seragam TNI AU lengkap.

Dalam video itu, Serka BD sempat menyebutkan bahwa kedatangan Rizieq Shihab disambut prajurit TNI.

Perlu diketahui, selama ini TNI memang sudah mewanti-wanti agar semua prajurit berhati-hati dalam membuat konten video. Apalagi yang tidak ada hubungannya dengan tugas kemiliteran.

Dan sudah ditegaskan pula berkali-kali, bahwa TNI tidak bertugas melakukan penyambutan kepada Rizieq Shihab, pengamanan di Bandara Soekarno Hatta yang diterapkan TNI, adalah untuk mengamankan objek vital dari gangguan keamanan.

Rizieq Shihab kembali ke Indonesia setelah bertahun-tahun tinggal di Arab Saudi. Dia mulai meninggalkan Indonesia, usai tersandung berbagai kasus hukum di kepolisian, yang paling heboh terkait kasus chat mesum dengan wanita bernama Firza Husein.

Pria yang akrab dipanggil dengan sebutan Habib Rizieq itu kembali ke Indonesia, karena terancam akan dideportasi Pemerintah Arab Saudi.

Baca: Ini Isi Surat Jenderal TNI Gatot ke Jokowi Soal Tak Hadir di Istana