Ngefans Berat, Dokter Persebaya Rayakan Ultah Phillip Lahm sambil Pamer 48 Jersey

·Bacaan 6 menit

Bola.com, Surabaya - Setiap penggemar sepak bola memiliki pemain idola masing-masing. Biasanya, pemain yang banyak digemari berposisi sebagai penyerang karena kerap menjadi bintang lapangan lewat gol-golnya.

Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, Zlatan Ibrahimovic, Sergio Aguero, dll. adalah deretan pemain top dunia yang cukup banyak memiliki penggemar karena juga mampu berprestasi untuk tim yang dibelanya.

Tapi, hal yang berbeda terjadi pada dokter tim Persebaya Surabaya, Pratama Wicaksana Wijaya. Dia mengidolakan sosok berposisi sebagai bek kanan semasa bermain. Pria yang akrab disapa Tommy itu mengidolakan Phillip Lahm, legenda hidup Timnas Jerman sekaligus Bayern Munchen.

Hari ini, Rabu, 11 November 2020, kebetulan Lahm berulang tahun yang ke-37. Tommy punya cara untuk mengekspresikan kekagumannya pada sosok yang dikenal sebagai mantan kapten Timnas Jerman dan Bayern Munchen itu.

Tommy memamerkan koleksi jersey Phillip Lahm lewat akun instagramnya. Mulanya dia mengunggah video dengan berbagai edisi jersey, baik Timnas Jerman maupun Bayern Munchen, dengan nomor dan nama punggung Lahm.

“Total saya punya 48 jersey Phillip Lahm dari berbagai musim dan edisi. Kalau diceritakan agak panjang, karena saya mengidolakan pemain yang cukup unik juga. Dia juga bukan penyerang,” kata Tommy kepada Bola.com, Rabu pagi.

Proses Tommy dari mulai mengidolakan hingga akhirnya memutuskan menjadi kolektor jersey Phillip Lahm berlangsung cukup panjang. Pria berusia 28 tahun itu tidak serta merta ingin mengumpulkan kostum tim dengan identitas idolanya itu.

Mengikuti Karier Phillip Lahm

2. Philipp Lahm - Lahm merupakan salahsatu bek terbaik pemain serbabisa yang pernah dimiliki Bayer Munchen. Pemain asal Jerman ini mampu bermain sebagai bek kiri dan bek kanan serta menjadi gelandang bertahan di skuat Bayern Munchen. (AP Photo/Matthias Schrader)
2. Philipp Lahm - Lahm merupakan salahsatu bek terbaik pemain serbabisa yang pernah dimiliki Bayer Munchen. Pemain asal Jerman ini mampu bermain sebagai bek kiri dan bek kanan serta menjadi gelandang bertahan di skuat Bayern Munchen. (AP Photo/Matthias Schrader)

Tommy pertama kali melihat penampilan Phillip Lahm saat masih menjadi pemain muda Timnas Jerman di Piala Eropa 2004. Dia merasa Lahm memiliki permainan yang unik. Apalagi, Tommy sendiri juga kerap menghuni di posisi bertahan saat bermain sepak bola.

Dari situ, dia hanya sebatas mengagumi sosok Phillip Lahm. Meski bermain cukup apik, Der Panser nyatanya tidak banyak berbicara di Piala Eropa 2004. Berstatus sebagai finalis Piala Dunia 2002, Timnas Jerman malah gagal lolos ke fase gugur Piala Eropa 2004.

Timnas Jerman mengalami perubahan pesat setelahnya dengan kedatangan pelatih Joachim Low. Dari sinilah, Lahm mulai menjadi pemain andalan.

Timnas Jerman mampu menembus semifinal Piala Dunia 2006 saat menjadi tuan rumah. Berikutnya, mereka tampil di final Piala Eropa 2008, namun kalah 0-1 dari Spanyol sehingga gagal menjadi juara.

Di edisi Piala Dunia 2010, Phillip Lahm untuk kali pertama menjadi kapten Timnas Jerman dalam sebuah turnamen akbar. Uniknya, dia merupakan pemain berpostur pendek, dengan hanya 170 cm, di antara rekan-rekannya yang jangkung.

“Jerman dari dulu dikenal memiliki para pemain yang berpostur jangkung. Tapi, ini beda. Lahm itu posturnya seperti orang Indonesia. Kebetulan, tinggi saya juga 170 cm. Saya lihat dia punya jiwa kepemimpinan yang tinggi meski teman-temannya secara fisik punya postur lebih tinggi,” imbuh Tommy.

Lagi-lagi, Timnas Jerman gagal meraih gelar juara karena kalah di semifinal Piala Dunia 2010 dari Spanyol. Berikutnya, langkah mereka juga masih terhenti di semifinal Piala Eropa 2012, kali ini ditundukkan oleh Italia.

Prestasi gemilang Lahm di level klub terjadi bersama Bayern Munchen pada musim 2012-2013 dengan meraih trebel winner. Selain dua kompetisi domestik Jerman, FC Hollywood menyabet Liga Champions UEFA di bawah arahan Jupp Heynckes.

Setahun berselang, Lahm memimpin Timnas Jerman meraih trofi Jules Rimet dengan menundukkan Argentina di partai puncak Piala Dunia 2014.

“Itu karier puncak Lahm selama kariernya bersama Timnas Jerman. Setelah itu, dia memutuskan pensiun di level timnas. Saya rasa keputusannya memang tepat karena kariernya cukup panjang di timnas,” ucap Tommy.

“Setelah itu, dia mulai fokus di klub bersama Bayern Munchen. Saat masih dilatih Pep Guardiola (kini pelatih Manchester City), Lahm bahkan pernah juga dipasang sebagai gelandang bertahan. Saya melihat ini pemain yang luar biasa karena dia juga maksimal di bukan posisi aslinya,” tutur Tommy.

Phillip Lahm lantas memutuskan pensiun sebagai pemain di penghujung musim 2016-2017. Berkarier selama 15 tahun sejak 2002 hingga 2017, Lahm menyumbang 21 trofi untuk Bayern Munchen.

Di antaranya adalah 8 gelar Bundesliga, 6 gelar DFB-Pokal, dan 3 gelar DFL-Supercup. Empat sisanya masing-masing satu trofi DFL-Ligapokal, Liga Champions UEFA, Piala Super UEFA, dan Piala Dunia Antar Klub.

“Lahm itu orangnya menyadari diri sendiri. Dia pensiun di usia 33 tahun dan pada saat itu sudah mulai dicadangkan. Dia sadar bahwa kemampuannya menurun dan merasa sudah saat berhenti,” ungkap Tommy.

Mulai Mengoleksi Jersey Phillip Lahm

Dokter tim Persebaya, Pratama Wicaksana Wijaya. (Bola.com/Aditya Wany)
Dokter tim Persebaya, Pratama Wicaksana Wijaya. (Bola.com/Aditya Wany)

Meski sudah lama mengikuti karier sang idola, Tommy tidak langsung ingin menjadi kolektor jersey. Keputusan untuk mengoleksi jersey Lahm dibuatnya pada awal tahun lalu karena ingin memiliki koleksi barang-barang unik.

“Dulu saya mulai tahu Lahm ini saat masih sekolah. Terus, di Piala Dunia 2010 itu juga saya masih kuliah. Saya baru kepikiran setelah sudah mulai kerja dan baru sekitar satu setengah tahun ini ingin punya koleksi jersey,” ujar dokter lulusan Universitas Brawijaya tersebut.

Tommy mulanya bergabung dengan Surabaya Jersey Community, sebuah komunitas kolektor berbagai macam jersey sepak bola di Surabaya. Dari situlah, dia mulai membuat daftar jersey Phillip Lahm yang harus dikoleksinya.

Berbagai cara dilakukan oleh Tommy untuk mendapatkan jersey Bayern Munchen maupun Timnas Jerman. Mulai dari membeli di situs e-commerce dalam negeri, hingga situs jual beli jersey langka yang ada di Inggris.

“Terkadang ada lelang juga, itu saya berusaha mendapatkannya. Yang paling sering memang beli secara online di berbagai platform. Kalau opsi terakhir itu ada situs jual jersey yang berbasis di Inggris. Di sana juga jual jersey klub Indonesia,” ucap pria asli Kediri itu.

Menariknya, tidak semua jersey yang dimiliki oleh Tommy itu benar-benar memiliki label nama dan nomor punggung di bagian belakang. Ada beberapa emblem yang bahkan juga dipasangnya sendiri.

“Sulit kalau harus ada nama Lahm. Kalau sudah begitu, saya beli yang kosongan. Nanti tinggal disablon dengan nama dan nomor punggungnya. Yang pasti, ini semua original. Karena gabung komunitas itu saya tahu ciri-ciri jersey asli,” tambahnya.

Di Timnas Jerman, Lahm identik dengan nomor punggung 16. Sedangkan di Munchen dia mengenakan nomor 21. Namun, sosok kelahiran 1983 itu sempat pula memakai nomor 6, 8, dan 29.

Koleksi jersey yang dimiliki oleh Tommy juga tidak sebatas Timnas Jerman senior dan Bayern Munchen. Dia bahkan memiliki kostum Stuttgart saat Lahm menjalani masa pinjaman di sana. Ada juga edisi jersey saat Lahm berkarier di timnas kelompok usia.

Seperti diketahui, klub selalu mengeluarkan edisi terbaru jersey setiap musimnya. Tommy juga hampir memiliki semuanya dari berbagai edisi tersebut. Bahkan, tak hanya kostum kandang, ada juga kostum tandang dan ketiga.

Total terdapat 55 jersey yang ingin dikumpulkannya dan kini baru 48 yang berhasil dimiliki oleh Tommy. Sayang, tidak dari jumlah tersebut yang matchworn alias bekas pakai pemain saat pertandingan.

“Prosesnya lumayan panjang juga. Tinggal tujuh yang belum saya punya. Mudah-mudahan bisa dilengkapi. Kalau harga sebenarnya tidak mahal, tidak sampai jutaan, bahkan ada yang Rp100 ribu. Karena juga tidak ada yang matchworn dan beberapa tidak ada namanya,” ucapnya.

Rayakan Ulang Tahun

Meski ngefans berat, Tommy rupanya belum pernah bertemu langsung dengan Phillip Lahm. Penyebabnya, dia masih kuliah saat Lahm berstatus sebagai pemain. Kini Lahm telah pensiun dan menjadi duta sepak bola Jerman.

“Saya mengidolakan Lahm, bukan Bayern Munchen. Jadi, saya tidak punya niatan ke Jerman menonton pertandingan di sana karena Lahm sudah pensiun. Saya juga merasa tidak punya klub idola sampai sekarang,” tutur alumnus SMA St. Louis 1 Surabaya itu.

Tommy merasa perlu merayakan keberhasilan mengoleksi dengan jumlah yang besar itu dengan memamerkannya di akun media sosial. Apalagi hari ini bertepatan dengan ulang tahun Phillip Lahm.

“Harapannya semoga Lahm bisa melihat ada penggemar yang ikut merayakan ulang tahunnya. Bisa jadi dilirik karena saya akan mengunggah beberapa postingan sampai nanti malam. Syukur-syukur kalau nanti bisa ketemu,” pungkas Tommy.

Video