Ngeri, 5 Penyakit Menular Seksual yang Bikin Mr P Loyo

·Bacaan 3 menit

VIVA – Performa yang kuat di ranjang seolah menjadi imej penting bagi kaum adam. Sayangnya, disfungsi ereksi dialami oleh beberapa pria dan membuat Mr P menjadi loyo sehingga pasangan tak terpuaskan saat bercinta.

Ada banyak faktor yang dapat memengaruhi kesuburan pria. Ini bisa berupa pilihan hidup yang tidak sehat, seperti pola makan, memilih gaya hidup yang tidak banyak bergerak dan lesu. Salah satu faktor utama tentang ketidaksuburan adalah bahwa kebanyakan pria dan wanita tidak menyadari adalah penyakit menular seksual (PMS).

Penyakit Menular Seksual (PMS) atau Sexually Transmitted Infections (IMS) adalah penyakit, infeksi dan penyakit yang dapat menular dari satu orang ke orang lain melalui kontak seksual dan sangat umum terjadi pada orang yang tidak melakukan pencegahan saat melakukan hubungan seksual. Kontak biasanya melalui vagina atau oral. Namun terkadang infeksi ini dapat menyebar melalui kontak fisik yang intim.

Beberapa IMS dapat diobati dan disembuhkan dengan mudah. Lainnya memerlukan perawatan yang lebih rumit untuk mengelolanya. Jika tidak diobati, IMS dapat meningkatkan risiko mengembangkan IMS lain seperti HIV. Hal ini terjadi karena IMS dapat mengembangkan respons imun di area genital atau menyebabkan luka, yang salah satunya dapat meningkatkan risiko penularan HIV.

Beberapa IMS yang tidak diobati juga dapat menyebabkan kemandulan, kerusakan organ, jenis kanker tertentu atau kematian. Banyak kasus juga yang berakhir dengan disfungsi ereksi (DE) karena IMS tertentu, seperti klamidia, gonore, HIV yang tidak diobati, dan hepatitis virus terkadang dapat menyebabkan infeksi pada kelenjar prostat. Jika ini terjadi, maka Anda mungkin memiliki gejala DE.

Salah satu aspek utama yang merusak kesuburan pria dan fungsi sperma adalah PMS. Ada berbagai jenis PMS yang memengaruhi kesuburan pria. Berikut 5 PMS yang picu Mr P loyo dikutip dari laman The Health Site.

Klamidia

Ini adalah salah satu penyakit menular seksual yang paling berulang. Kebanyakan orang yang terkena klamidia tidak menunjukkan gejala. Jika tidak diobati, klamidia dapat menyebabkan penurunan motilitas dan kualitas sperma yang cukup besar, yang membuat pembuahan menjadi jauh lebih sulit.

Herpes genital

Herpes genital tidak ada obatnya. Gejala (lepuh umum di sekitar alat kelamin) dapat muncul dan hilang dengan sendirinya, tetapi virus akan tetap berada di dalam tubuh dan dapat menyebabkan lepuh pecah kapan saja.

HIV/AIDS

Human Immunodeficiency Virus (HIV) ditularkan dari orang ke orang melalui transmisi darah atau cairan tubuh dan dapat menyebabkan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AID). Tidak ada obat untuk HIV, tetapi pengobatan dapat mengendalikan virus, memberi orang-orang dengan HIV kemungkinan untuk berumur panjang dan hidup sehat.

Gonorea

Ini adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang menginfeksi kedua jenis kelamin dan sering mempengaruhi uretra, rektum atau tenggorokan.

Sipilis

Ini adalah infeksi bakteri yang biasanya menyebar melalui kontak seksual. Biasanya muncul di alat kelamin, rektum atau mulut.

Gejala

Salah satu tantangan terbesar dengan PMS adalah bahwa mereka sering melibatkan gejala ringan yang membuat mereka sulit untuk didiagnosis. Namun, ada faktor-faktor tertentu yang dapat menunjukkan gejala PMS pada pria:

- Keluarnya cairan yang tidak biasa dari penis

- Lepuh atau luka di dalam atau di sekitar mulut

- Sakit atau sering buang air kecil

- Gatal dan kemerahan di area genital

- Luka atau kutil di area genital

- Bau tidak normal dari alat kelamin

- Demam

- Sakit perut

- Sakit atau berdarah

- Penyebab

PMS dapat disebabkan oleh bakteri, virus, dan parasit dan dapat ditularkan secara genetik. Beberapa penyebab utama PMS adalah infeksi virus yang dapat ditularkan secara seksual termasuk human papillomavirus (HPV), HIV, herpes, hepatitis B dan C, dan HHV-8.

Trichomonas juga bisa menjadi infeksi menular seksual dan disebabkan oleh parasit. Infestasi dengan serangga parasit, seperti kutu atau kudis, juga dapat ditularkan melalui kontak dekat dan mungkin diperoleh selama aktivitas seksual.

Pencegahan

Meskipun hampir tidak mungkin untuk menghentikan penyebaran PMS, tetapi ada tindakan pencegahan tertentu yang dapat membatasi penyebarannya. Ini termasuk:

- Menggunakan kondom dan penghalang lain untuk menghindari kontak langsung

- Menggunakan pelumas berbahan dasar air saat berhubungan seksual

- Melakukan pemeriksaan kesehatan seksual secara teratur

- Pastikan pasangan didiagnosis dengan PMS

- Melakukan tes PMS secara teratur jika aktif secara seksual

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel