Ngeri, Demi Jadi 'Popeye KW' Lengan Pria Ini Nyaris Diamputasi

Donny Adhiyasa
·Bacaan 1 menit

VIVA – Binaragawan Rusia yang dijuluki 'Popeye', Kirill Tereshin harus menjalani operasi penyelamatan untuk menghilangkan daging busuk dari lengannya setelah ia menyuntiknya dengan minyak synthol. Tereshin menyuntikkan "otot palsu" berupa petroleum jelly yang dikeraskan ke lengannya agar terlihat seperti tokoh kartun Popeye.

Mantan tentara tersebut mulai menyuntikkan minyak Synthol setelah dipanggil untuk dinas militer Rusia, dimana saat itu ia menjadi sensasi publik setelah berbagi foto lengan popeye-nya.

Dokter telah memperingatkan bahwa ia bisa menghadapi kedua lengannya diamputasi setelah dia memulai metode bulking yang gila. Dan ia berisiko kehilangan penggunaan lengannya setelah membuat otot kartun, menggembung dan membagikan rekaman itu kepada 350.000 pengikut Instagram-nya.

"Karena kebodohan saya sendiri", pengakuan Tereshin, setelah dia mulai mengangkat lengannya pada usia 20 tahun. Tereshin menjalani operasi korektif yang ditunda hampir setahun karena pandemi virus corona.

"Saya baru berusia 24 tahun, dan sistem kekebalan saya sejauh ini mengatasi peradangan ini, tetapi saya benar-benar tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya," katanya.

Kini, Kirill Tereshin menghadapi operasi tahap kedua untuk membersihkan otot trisepnya yang tersumbat, mengangkat otot mati dan mengeringkan lengannya dari kelebihan cairan yang disebabkan oleh zat tersebut.

"Itulah mengapa saya memulai operasi untuk menyingkirkan mimpi buruk ini."

Dia akan menghadapi operasi lebih lanjut untuk mengekstrak zat dan otot mati yang terbentuk selama usahanya mencapai bisep seperti bola pantai.

Dia mengatakan dia "sangat beruntung" karena ada dokter yang bersedia merawatnya, setelah ahli bedah Dmitry Melnikov mengatakan kepada Tereshin bahwa dia bisa mati jika lengannya tidak dioperasi.

"Operasi tersulit akan dilakukan pada bisep saya ... saraf yang bertanggung jawab atas kepekaan lengan ada di dalam. Tuhan melarang sesuatu terjadi pada saraf ini dan aku tidak bisa menggerakkan lenganku,” tegasnya.
Laporan: Prima Nadia Rahayu