Ngeri, Detik-detik Kapal Perang Rusia Nyaris Dihancurkan Rudal Sendiri

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Di tengah ketegangannya dengan Ukraina, Amerika Serikat (AS) dan negara-negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Angkatan Laut Rusia (VMF) terus memperkuat armada tempurnya. Namun, sebuah insiden penembakan rudal dari kapal perang Rusia justru hampir membunuh awaknya sendiri.

Lewat pantauan VIVA Militer dari situs The Drive, sebuah video berdurasi 1 menit 30 detik beredar di akun Youtube. Dalam video tersebut tampak sebuah kapal perang militer Rusia tengah melakukan uji coba tembak rudal jelajah.

Saat ditembakkan rudal meluncur naik dengan gerak vertikal. Akan tetapi, hanya beberapa detik rudal itu berputar-putar sebelum akhirnya jatuh ke air. Yang lebih mengerikan, rudal itu jatuh di titik yang berada sangat dekat dengan kapal perang yang menembakkannya.

Setelah ditelusuri, alat utama sistem persenjataan (alutsista) militer Rusia itu adalah kapal kelas Project 1155 Udaloy Marshal Shaposhnikov buatan tahun 1983. Hingga berita ini diturunkan, tak diketahui kapan dan letak persis insiden itu terjadi.

Meski demikian, yang perlu diketahui adalah kapal Marshal Shaposhnikov baru saja kembali bergabung dengan Armada Pasifik Angkatan Laut Rusia, usai menjalani proses perbaikan.

Oleh sebab itu, kapal perusak Marshal Shaposhnikov langsung melakukan uji coba tembak rudal jelajah untuk dilihat kesiapannya. Sayangnya, insiden itu membuktikan bahwa kesiapan kapal perang senior militer Rusia ini masih kurang.

Padahal, kapal perang ini sudah dimodernisasi dengan sejumlah peralatan baru mulai dari sistem komunikasi, pembangkit tenaga, dan sonar terbaru.

Sementara itu, rudal yang gagal meluncur sempurna dan tidak meledak diketahui adalah rudal jelajah Kalibr-NK 3m14T. Rudal ini juga jadi salah satu fitur persenjataan yang baru dipasang di kapal perusak Marshal Shaposhnikov.

Selain mampu menembakkan rudal jelajah Shaposhnikov, kapal perusak Marshal Shaposhnikov disebut bisa menembakkan rudal supersonik anti-kapal Oniks dan rudal jelajah hipersonik Tsirkon.

Rudal jelajah Kalibr-NK 3M14T adalah salah satu senjata andalan Angkatan Laut Rusia, untuk menghancurkan target di darat. Rudal jelajah ini bisa memiliki jangkauan sejauh 930 hingga 1.550 mil (sekitar 1.500-2.500 kilometer).

Selain bisa membawa 990 pon (903 kilogram) bahan peledak, rudal ini juga bisa membawa hulu ledak nuklir sebagai alternatif. Pada Oktober 2015, rudal jelajah Kalibr-NK 3M14T pertama kali digunakan Angkatan Laut Rusia dalam pertempuran skala besar di Suriah.

Saat itu, pasukan Rusia menghancurkan sejumlah markas pemberontak anti Presiden Bashar Al-Assad. Militer Rusia meluncurkan rudal jelajah Kalibr dari jarak yang sangat jauh, sekitar 1.100 mil (1.770 kilometer) dari Laut Kaspia.