Ngeri, Hampir 7 Ribu Tentara Azerbaijan Mati dalam Perang

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Armenia kembali merilis data yang diklaim menjadi kerugian pasukan Angkatan Bersenjata Azerbaijan dalam perang. Dalam data itu, tentara pemberontak yang didukung Armenia, Pasukan Pertahanan Artsakh (Nagorno-Karabakh) diyakini telah menghabisi nyawa puluhan tentara Azerbaijan dalam dua hari terakhir.

Dalam berita VIVA Militer, Jumat 30 Oktober 2020, Perang Armenia-Azerbaijan semakin mengganas, terutama sejak Rabu 28 Oktober 2020. Serangan roket yang dilancarkan Angkatan Bersenjata Armenia ke kota Barda, Azerbaijan, menewaskan 21 orang warga sipil dan melukai lebih dari 70 orang lainnya.

Aksi militer Armenia yang didukung tentara pemberontak Pasukan Pertahanan Artsakh, dianggap Azerbaijan sebagai kejahatan perang dan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata ketiga.

Menurut data yang diperoleh VIVA Militer dari News.am, dalam dua hari terakhir Pasukan Pertahanan Artsakh telah membunuh 60 orang tentara Azerbaijan. Tak hanya itu, sejumlah artileri berat hingga kendaraan tempur militer Azerbaijan diklaim Armenia telah berhasil dihancurkan.

Data yang dirilis Pusat Informasi Armenia Bersatu (Armenia Unified Infocenter), sejak pertempuran pecah pada 27 September 2020, Pasukan Pertahanan Artsakh telah berhasil menghancurkan 25 unit jet tempur, 16 unit helikopter, dan 232 unit pesawat tanpa awak (drone).

Kemudian, ada enam unit artileri dan 649 tank yang ikut hancur setelah menjadi sasaran serangan pasukan Armenia. Yang paling menjadi sorotan, Armenia Unified Infocenter mengklaim Pasukan Pertahanan Artsakh sudah membunuh 6.914 orang tentara Azerbaijan.

Data yang dirilis ini belum diketahui pasti kebenarannya. Sebab, Kementerian Pertahanan Azerbaijan menganggap Armenia banyak menyebar berita bohong. Salah satunya adalah serangan udara yang menghancurkan gudang roket militer Azerbaijan.

Kementerian Pertahanan Azerbaijan memastikan kabar tersebut adalah palsu. Sebab, otoritas Azerbaijan ini sama sekali tidak menerima laporan kerugian berupa hancurnya gudang senjata. Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Azerbaijan merilis video yang menunjukkan militer Armenia lah yang menderita kerugian.

Pasalnya, dalam video itu terlihat detik-detik serangan udara Azerbaijan menghancurkan depot artileri roket militer Armenia. Serangan pasukan Armenia menyasar konvoi kendaraan Divisi Senapan Bermotor ke-18 Angkatan Bersenjata Armenia, menewaskan Kolonel Victor Arustamyan, Wakil Komandan Pasukan Gabungan Angkatan Bersenjata Armenia.