Ngeri, Korban Gempa Sulbar Serbu Helikopter Pembawa Logistik TNI AU

Rifki Arsilan
·Bacaan 2 menit

VIVATNI Angkatan Udara telah mengerahkan sejumlah alutista dalam operasi kemanusiaan untuk membantu para korban gempa bumi yang terjadi di Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat.

Salah satu fokus TNI Angkatan Udara adalah melakukan distribusi logistik atau bantuan ke sejumlah lokasi yang terisolir dengan menggunakan Helikopter milik Skadron Udara 6 Pangkalan Udara (Lanud) Atang Sandjaja, Bogor.

Namun dalam operasinya, ada sebuah insiden dimana Helikopter pengangkut logistik itu diserbu oleh para warga yang datang berebut bantuan logistik yang dibawa oleh prajurit TNI AU tersebut.

Dikutip VIVA Militer dari akun instagram resmi Dispenau, insiden itu terjadi pada hari Jum'at, 22 Januari lalu. Ketika itu, Helikopter dengan nomer registrasi H-3213 yang take off pada dari Lanud Sultan Hasanuddin Makassar dan diterbangkan oleh Kapten Pnb Nurfi.

Helikopter itu terbang dengan membawa bantuan logistik sebanyak 670 Kg untuk didistribusikan ke Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju dan Kecamatan Taukong, Kabupaten Majene, Sulawesia Barat.

Dari sejumlah foto yang diperoleh VIVA Militer, Ketika helikopter TNI AU itu mendarat di sebuah lapangan terbuka, sejumlah warga dengan sangat bringas berlarian ke arah helikopter milik TNI AU pembawa logistik itu.

Para korban gempa seperti tidak menghiraukan bahaya yang mengancamnya, mereka rela berlarian mendekati helikopter yang baling-balingnya masih berputar di tengah lapang.

Untung saja, para prajurit TNI AU dengan sigap mengantisipasi kebrutalan warga itu. Sejumlah personel TNI AU yang menggunakan seragam loreng dan baju penerbang TNI AU langsung turun ke lapangan dengan mengepalkan kedua tangannya ke atas sebagai isyarat untuk menertibkan warga yang hendak berebut bantuan logistik yang dibawa oleh Kapten Pnb Nurfi itu.

Meski warga menyerbu, prajurit TNI AU itu tetap berhasil mengendalikan situasi dengan mendistribusikan logistik untuk para korban gempa bumi ke sejumlah daerah yang masih terisolir. 670 kg bantuan berbagai rupa mulai dari mie instan, air mineral, pampers, hingga obat-obatan berhasil diturunkan dan didistribusikan kepada para korban gempa bumi dengan lancar.

Baca juga: Tugas 10 Bulan, Prajurit Badak Ceta Cakti TNI AD Disambut di Cijantung