Ngeri, Saat Manny Pacquiao Hancur Dihantam Korban Keganasan Chris John

Robbi Yanto
·Bacaan 2 menit

VIVA – Nama Manny Pacquiao tentu sudah tidak asing lagi bagi pecinta olahraga tinju. Dia adalah salah satu petinju terbaik di dunia yang berasal dari Asia.

Emmanuel Dapidran Pacquiao, begitulah nama asli pria asal Filipina yang lahir di Kibawe, Bukidnon, 42 tahun silam itu.

Pacquiao adalah petinju dari benua Asia pertama yang berhasil meraih gelar juara tinju profesional di delapan kelas berbeda, atau petinju kedua di dunia setelah Oscar de la Hoya.

Baca Juga: Skandal Olahraga, Raja KO Edwin Valero Tewas Usai Bunuh Istri

The Destroyer juga menjadi petinju pertama yang berhasil merebut tujuh gelar di tujuh kelas yang berbeda, (lima gelar juara dunia dari lima kelas berbeda dan dua gelar dari Ring Magazine untuk kelas bulu dan welter junior).

Pacquiao sejauh ini sudah menjalani 71 pertarungan dengan 62 kemenangan (30 menang KO), 7 kalah dan 2 kali imbang.

Salah satu kekalahan yang ia terima adalah ketika menghadapi Juan Manuel Marquez di Nevada, Amerika Serikat pada Desember 2012.

Kekalahan tersebut menjadi fenomena yang menggemparkan dunia tinju. Sebabnya, itu merupakan pertemuan keempat bagi kedua petarung.

Dalam tiga duel sebelumnya, Pacquiao berhasil meraih dua kemenangan termasuk saat memperebutkan sabuk juara kelas welter dan sekali imbang.

Kembali pada kekalahan satu-satunya Pacquiao dari Juan Manuel Marquez. Secara mengejutkan, Pacquiao tumbang dan terhempas ke kanvas. Pacquiao menderita kekalahan TKO dari Juan Manuel Marquez pada ronde keenam.

Pukulan maut Marquez tepat mendarat di mukanya. Dalam tayangan ulang di video pertandingan, kepala Pacquiao sempat terdorong ke belakang karena kekuatan pukulan Marquez, setelah itu ia tergeletak tak berdaya. Bahkan, saking kerasnya pukulan Marquez, wasit pertandingan sampai mengira dia sekarat karena terluka parah.

Untuk Marquez, itu adalah kemenangan yang tak terlupakan. Baginya, kemenangan itu bukan hanya perkara uang yang ia dapatkan, melainkan kebanggaan diri dan Meksiko sebagai negaranya.

"Saya tak mau membuat kesalahan dengan bertanya-tanya setelah melakukan itu, mengapa saya menerima pertarungan ini," kata Marquez, dikutip Thesportsman.

"Ini bukan tentang uang, ini adalah soal kehormatan dan kebanggaan untuk negara saya," sambung petinju 47 tahun tersebut.

Marquez menjalani karier tinju profesional sejak 29 Mei 1993 hingga 2017. Selama kariernya, Marquez menjadi petinju Meksiko ketiga (setelah Érik Morales dan Jorge Arce) yang menjadi juara dunia di empat kelas berbeda.

Selain itu, Marquez juga pernah memenangi sembilan kejuaraan dunia termasuk gelar kelas bulu WBA (Super), IBF dan WBO antara tahun 2003 dan 2007.

Kemudian gelar kelas bulu super WBC dari 2007 hingga 2008; The WBA (Super), WBO, The Ring Magazine antara 2008 dan 2012; dan gelar kelas welter junior WBO dari 2012 hingga 2013.

Baca Juga: Kisah Mike Tyson Seks Kilat dengan Model Seksi di Toilet

Dalam karir yang berlangsung selama lebih dari dua puluh tahun, Márquez mencatatkan 64 pertandingan dengan 56 kemenangan (40 KO), 7 kalah dan sekali imbang.

Nah, Marquez ini sangat dikenal di Indonesia juga lho!. Jauh sebelum dia menghancurkan Pacquiao, Marquez lebih dulu merasakan keganasan salah satu petinju terbaik Tanah Air, Chris John.

Pertarungan antara Chris John kontra Marquez berlangsung pada 4 Maret 2006 di Tenggarong, Kalimantan Timur. Dalam pertandingan yang sangat menarik dan penuh dengan adu teknik dan skill tingkat tinggi, Chris John mampu menundukkan Marquez dengan kemenangan angka mutlak.