Ngeri, The Undertaker pun Akui Monster UFC Ini Titisan Mike Tyson

Robbi Yanto
·Bacaan 2 menit

VIVA – Keganasan Francis Ngannou di atas oktagon membuat banyak orang takjub padanya. Mantan pegulat WWE, The Undertaker pun mengakui petarung UFC asal Kamerun itu sangat berbahaya dan dapat melumpuhkan lawannya.

The Undertaker takjub saat Ngannou sukses balas dendam terhadap Stipe Miocic pada ajang UFC 260, Maret lalu. Kemenangan itu sekaligus membuat Francis Ngannou menjadi pemilik sabuk juara kelas berat UFC.

Hasil itu membuat Ngannou membukukan 16 kemenangan dengan rincian 12 kali knockout (KO) dan empat kali submission dari 19 duel.

Catatan mengerikan itulah yang membuat The Undertaker tertarik pada Ngannou. Dia menilai Ngannou memiliki kemiripan dengan legenda tinju, Mike Tyson.

“Lihat ukurannya dan kekuatannya. Cara dia menjatuhkan. Kerusakan yang dia berikan. Dia semacam menjadi mitos. Dia memiliki mitos tentang dirinya. Anda tahu, seperti Mike Tyson yang menghancurkan lawan," kata The Undertaker kepada The Nation.

"Dia sudah mengalahkan lawan-lawannya bahkan sebelum melepaskan pukulan pertama. Saya ingat pernah melihat Frank Bruno untuk menghadapi Tyson. Anda bisa tahu, dia ketakutan. Memang seharusnya begitu," sambungnya.

Di sisi lain, Ngannou merupakan suatu potret petarung sejati yang tak kenal menyerah. Jauh sebelum terkenal sebagai petarung mengerikan UFC, petarung asal Kamerun itu mengalami kesulitan di masa mudanya.

Petarung berjuluk The Predator itu bahkan harus putus sekolah karena tak memiliki biaya. Dan, untuk menghidupi keluarganya, Ngannou harus menjadi tukang ojek.

"Umur saya saat itu 22 tahun. Saya berhenti sekolah saat usia 17 tahun. Saya dulu menjadi taksi motor di Afrika. Tapi, saya berpikir tak bisa seperti ini selamanya. Saya harus mewujudkan mimpi saya," kata Ngannou dalam podcast Hotboxin bersama Mike Tyson.

Tapi, fasilitas untuk Ngannou mengejar cita-citanya sebagai petinju juga sangat terbatas. Hingga akhirnya, dia memutuskan menjual motornya untuk merantau ke Prancis.

Namun, derita tak berhenti di situ. Selama beberapa tahun, Ngannou hidup tak jelas di Prancis. Sampai suatu saat ia mendatangi tempat gym dan meminta untuk berlatih secara gratis.

"Saya berkata apa adanya. Saya ingin berlatih tapi tidak punya uang. Mereka memberikan kesempatan pada saya. Saya sangat senang. Saya merasa ini adalah awal dari segalanya," ucapnya.

Perlahan, Ngannou mendapati mimpinya. Tapi, bukan sebagai petinju melainkan petarung MMA. Kini, Ngannou juga telah merasakan berlatih dengan Mike Tyson yang dianggapnya sebagai idola.