Ngeyel Meski Tak Ada Izin, Parade Juara Euro 2020 Italia Diklaim Digelar Secara Ilegal

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Pejabat kota Roma, Matteo Piantedosi, mengatakan parade juara Euro 2020 yang digelar Timnas Italia adalah tindakan ilegal. Menurutnya, tak ada izin keramaian, baik dari pemerintah setempat maupun kepolisian.

Timnas Italia berhasil menjadi juara Euro 2020. Di final di Stadion Wembley, mereka berhasil menaklukkan Timnas Inggris via adu penalti.

Usai juara, timnas Italia langsung cabut ke kota Roma. Mereka sempat mengadakan perjamuan dengan Presiden dan Perdana Menteri Italia.

Dari situ, ada kabar bahwa timnas Italia tak akan menggelar parade di jalanan kota Roma. Pihak kepolisian juga disebut tak akan memberikan izin meski nanti ada yang mengajukan permintaan untuk menggelar parade tersebut.

Namun ternyata Timnas Italia tetap menggelar parade juara di jalanan kota Roma. Giorgio Chiellini dan Leonardo Bonucci cs berkeliling kota dengan menggunakan bus atas terbuka.

Parade itu kemudian dikecam oleh seorang penjabat kota Roma, Matteo Piantedosi. Ia mengklaim FIGC tidak menghormati kesepakatan yang terjadi antara mereka dengan dewan kota Roma.

“Mereka telah meyakinkan kami dengan sebuah panggung di Piazza del Popolo. Memblokir mereka akan menciptakan masalah ketertiban umum,” kata Piantedosi kepada Corriere della Sera saat ditanya kenapa polisi tidak menghentikan bus berparade keliling kota.

"Kami telah menolak izin untuk merayakan kemenangan Italia di Piala Eropa di bus terbuka, tetapi perjanjian itu tidak dihormati," sambung Piantedosi.

Rayakan Dengan Cara Lain

Dengan keberhasilan ini maka Timnas Italia sukses menjadi yang terbaik di benua biru dan membawa kembali trofi yang terakhir kali diangkat pada 53 tahun silam tepatnya 1968. (Foto:AP/Mauro Scrobogna)
Dengan keberhasilan ini maka Timnas Italia sukses menjadi yang terbaik di benua biru dan membawa kembali trofi yang terakhir kali diangkat pada 53 tahun silam tepatnya 1968. (Foto:AP/Mauro Scrobogna)

Matteo Piantedosi kemudia mengatakan, Timnas Italia boleh saja menggelar perayaan juara Euro 2020. Namun caranya tidak dengan menggelar parade di atas bus terbuka di jalanan.

"Ya tentu saja. Tapi dengan cara yang berbeda. Jumat lalu kami membentuk panitia untuk ketertiban dan keamanan. Saya telah menyetujui hubungan dengan Menteri Dalam Negeri Luciana Lamorgese dan dengan kepala polisi Lamberto Giannini. Pertemuan itu justru untuk memutuskan apa yang harus dilakukan dan untuk itu kami juga melibatkan langsung FIGC," terangnya.

“FIGC meminta untuk mengizinkan para atlet tim nasional untuk melakukan perjalanan keliling Roma dengan bus terbuka, tetapi dijelaskan dengan jelas bahwa itu tidak mungkin. Kami mengatakan kami tidak dapat mengotorisasi mereka," tegasnya.

“Kami harus mengatur transisi dari Quirinale ke Palazzo Chigi, mencoba mendamaikannya dengan kebutuhan keamanan yang terkait dengan pandemi dan oleh karena itu menghindari adanya kerumunan dengan cara apa pun," seru Piantedosi.

Ngeyel

Bodrex - Piala Eropa - Euro 2020 Timnas Italia Juara (Bola.com/Adreanus TItus)
Bodrex - Piala Eropa - Euro 2020 Timnas Italia Juara (Bola.com/Adreanus TItus)

Lebih lanjut, Matteo Piantedosi mengatakan dirinya juga sudah menegaskan pada Presiden FIGC, Gabriele Gravina, bahwa parade tak boleh digelar. Namun Gabriele ngotot tetap menggelar arak-arakan itu dengan alasan bahwa acara itu sudah dinantikan para fans yang sudah berkumpul di jalanan kota Roma.

"Mereka berpendapat sudah ada banyak orang di jalan-jalan. Dan para pemain memiliki niat yang kuat untuk melanjutkan perayaan dengan naik bus terbuka," serunya.

“Ada ribuan orang yang menunggu bus, melarangnya bisa menimbulkan masalah ketertiban umum," sambung Piantedosi.

Sumber: Corrriere dello Sport

Video

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel