Nggak Ada Kata Terlambat untuk Berbuat Baik, Yuk Bantu Perawatan Paliatif Anak Kanker dan HIV

Fimela.com, Jakarta Nggak ada kata terlambat untuk berbuat baik. Ungkapan tersebut memang cocok diterapkan dalam segala aspek, nggak terkecuali membantu anak-anak yang terkena kanker maupun HIV. Bersaman dengan berlangsungnya Hari Perawat Internasional ini, kamu bisa turut ambil bagian untuk mendukung para perawat Rachel House.

Seperti diketahui, mereka adalah para pahlawan yang memberikan perawatan paliatif kepada anak-anak kurang mampu yang hidup dengan penyakit serius. Setiap rupiah yang kamu donasikan sangat bermakna dalam memastikan agar perawat Rachel House dapat meneruskan layanan perawatan paliatif untuk anak-anak dengan kanker dan HIV di sisa hari mereka, terutama dalam situasi pandemi Covid-19 yang sedang kita hadapi ini.

Nah, di bawah ini adalah kisah salah satu pasien yang dirawat Rachel House. Tanpa dedikasi dan perhatian dari perawat Rachel House, yaitu Dadan, anak malang ini harus bersusah payah untuk bertahan hidup.

 

(c)Nutrifood

Selama lebih dari 5 tahun, perawat Dadan telah memberikan kasih sayang bagi banyak pasien anak yang hidup dengan kondisi mengancam jiwa. Sebut saja Rehan (bukan nama sebenarnya), seorang anak laki-laki berusia 10 tahun, yang hidup dengan imunitas tubuh rendah, memiliki sakit kulit, batuk, gangguan penglihatan, dan sangat kekurangan gizi. Kedua orang tuanya telah meninggal dunia. Rehan hanya hidup bersama kakak tiri laki-lakinya yang berusia 17 tahun, yang bekerja sebagai pengemudi ojek online untuk menghidupi mereka berdua.

Ketika dirujuk oleh sebuah puskesmas agar Rehan memperoleh perawatan paliatif dari Rachel House, kondisinya sangat memprihatinkan. Ia dan kakaknya hidup di sebuah kamar kost dengan kondisi yang sangat menyedihkan. Karena kakak Rehan keluar bekerja seharian, Rehan tidak meminum obat-obatannya secara rutin, dan tidak ada orang lain yang dapat mendukung atau mengingatkannya. Padahal kedisiplinan dan ketepatan waktu dalam meminum obat sangat penting untuk menstabilkan kondisi tubuhnya.

Perawat Dadan melakukan pengkajian yang menyeluruh atas isu-isu yang dialami oleh Rehan, lalu membuat rencana perawatan dan segera melaksanakannya. Setiap minggu, Dadan melakukan kunjungan perawatan ke rumah Rehan. Ia memastikan agar Rehan mendapat asupan nutrisi yang dibutuhkan, dan bahkan mengkoordinasikan pembersihan kamar kost Rehan agar meminimalisir potensi infeksi yang terjadi. Dadan juga mendampingi Rehan dan kakaknya rutin kontrol ke rumah sakit dan berdiskusi dengan dokter untuk menangani kondisi Rehan.

 

(c)Nutrifood

"Saya sering menghabiskan waktu dengan mereka, tidak hanya ngomongin isu medis, tapi juga makan bareng, main game bareng. Ini merupakan cara saya untuk bisa menjalin hubungan dan rasa percaya sama pasien dan keluarganya. Sehingga lama-lama mereka terbuka untuk ngomongin perasaan mereka, ketakutan mereka dan juga masalah ekonomi mereka. Saat mereka percaya dan menceritakan masalah-masalahnya kepada saya, saya jadi bisa memberikan dukungan yang tepat," tutur Dadan.

Saat ini, Rehan mengalami penurunan kondisi karena infeksi jamur yang sangat parah di lidahnya. Akibatnya ia menjadi sulit makan dan minum, sehingga kondisinya sangat lemas. Sebagai garda terdepan dalam perawatan paliatif, Dadan segera bergegas menuju rumah Rehan, meskipun dengan resiko untuk dirinya sendiri. Dengan mengenakan APD (Alat Perlindungan Diri) yang lengkap, ia memeriksa kondisi Rehan.

 

(c)Nutrifood

Tugas perawat paliatif seperti Dadan nggak pernah berhenti. Nggak ada shift yang ia jalani dan pulang dengan tenang setelah shift selesai. Sebaliknya, Dadan selalu siaga untuk dihubungi oleh pasien atau keluarganya, setiap saat. Meskipun fisiknya nggak selalu bersama pasien, tetapi dukungan dan arahan melalui telepon selalu siap diberikan. Saat pasien dirawat di rumah sakit, tetap Dadan akan melakukan kunjungan untuk memantau kondisi mereka. Bahkan saat kematian menjemput pasien pun, Dadan dan para perawat Rachel House akan tetap mendampingi keluarga setelah kematian. Dadan dan perawat-perawat lain di Rachel House akan terus berjalan bersama para pasien kami dan keluarganya di setiap langkah mereka.

 

Perawatan Paliatif di Rachel House

(c)Nutrifood

Perawatan paliatif yang dilakukan oleh para perawat di Rachel House, khusus diperuntukkan bagi anak-anak dari kalangan menengah ke bawah di wilayah Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi, yang hidup dengan kanker atau HIV, dan dengan berbagai komplikasinya, seperti luka dan nyeri. Kondisi tersebut membuat anak-anak malang itu harus menjalani hari-hari mereka dengan penuh penderitaan.

Para perawat Rachel House tetap bekerja memberikan perawatan dan perhatian kepada anak-anak yang hidup dengan penyakit serius, meskipun di tengah situasi pandemi Covid-19. Mereka mengelola gejala-gejala kompleks yang dialami oleh anak-anak tersebut, untuk memastikan agar jiwa-jiwa mungil itu tidak hidup dalam kesakitan dan dapat menjalani sisa hari-hari mereka dengan berkualitas dan penuh keceriaan sebagaimana layaknya anak-anak menikmati masa kecil mereka. Nggak hanya itu, para perawat kami juga memberikan dukungan emosional kepada para pasien cilik ini dan keluarganya, mendampingi saat mereka merasa bingung dan ketakutan.

Ayo, dukung para perawat Rachel House dalam membantu dan mendampingi para anak malang ini di hari-hari mereka yang tersisa. Bagi teman-teman yang ingin membantu, dapat berdonasi dengan cara:

1. Klik tombol "DONASI SEKARANG".

2. Isi nominal donasi yang ingin diberikan.

3. Pilih metode pembayaran GO-PAY, transfer bank (Mandiri/BCA/BNI/BNI Syariah/BRI) atau kartu kredit.Jika ada pertanyaan mengenai penggalangan dana ini, teman-teman bisa menghubungi kami di 0896-7156-4069 (Natasha).

Terimakasih atas dukungan dan bantuannya teman-teman, semoga membawa berkah yang berlimpah di bulan Ramadhan ini. Cek informasi selengkapnya di sini.