Niat Baik Larangan Mudik, agar Kasus Positif Covid-19 Tak Membengkak

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Larangan mudik Lebaran 2021 dilakukan dalam rangka pengendalian penyebaran virus Covid-19. Melihat pengalaman sebelumnya, setiap libur panjang akan diikuti dengan peningkatan kasus positif Covid-19.

"Setelah dikaji dari peristiwa libur panjang, pergerakan orang ini meningkatkan kasus baru (Covid-19)," kata Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki dalam talk show bertajuk 'Saatnya Bangkitkan Pariwisata dan UMKM Indonesia', Jakarta, Senin (19/4/2021).

Dalam jangka panjang akan sangat berdampak pada proses pemulihan ekonomi nasional. Pengendalian virus yang tak terkendali akan memperlambat proses pemulihan ekonomi.

"Kasus baru ini malah bahaya buat pemulihan ekonomi kita. Kalau keberlanjutan ini bahaya," kata Teten.

Maka, langkah melarang mudik pada Lebaran diambil pemerintah untuk menghindari terganggunya pemulihan ekonomi. "Maka pilihan tidak mudik ini harus diambil," kata dia.

Lagi pula, lanjut Teten, perekonomian yang terjadi saat musim mudik Lebaran di daerah hanya bersifat sementara. Proses perekonomian yang terjadi sebenarnya berada di kota-kota yang saat ini sedang terganggu akibat pembatasan mobilitas manusia.

"Kita pahit dulu saja, yang akan berat ini kita bukan di desa. Di daerah biasa aja. Di kota yang sebenarnya terputus ekonominya karena pembatasan," kata dia.

Doni Monardo: Pemudik Adalah Pembunuh Potensial

Suasana Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Minggu (18/4/2021). Adanya larangan pemerintah untuk mudik pada tanggal 6 hingga 17 Mei mendatang, membuat sebagian warga memilih mudik lebih awal. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Suasana Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Minggu (18/4/2021). Adanya larangan pemerintah untuk mudik pada tanggal 6 hingga 17 Mei mendatang, membuat sebagian warga memilih mudik lebih awal. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Sebelumnya, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Doni Monardo kembali mengingatkan masyarakat agar tidak mudik atau pulang ke kampung halaman untuk merayakan Lebaran Idul Fitri 2021. Dia menegaskan, mudik berisiko menularkan virus Covid-19.

Doni mengatakan, Covid-19 bisa mengakibatkan fatalitas bagi kelompok lansia di atas 60 tahun. Dia mengambil contoh kasus yang terjadi di Sumatera Utara, lansia meninggal dunia karena terpapar Covid-19 dari anaknya yang mudik.

"Artinya apa? Mereka yang pulang kampung bisa jadi adalah pembawa virus, pembawa Covid-19. Berarti secara tidak langsung mereka yang membawa Covid-19 ini. Mohon maaf, kata-kata saya kasar dan keras sekali, sebagai pembunuh potensial," katanya, Senin (19/4/2021).

Doni menekankan, Indonesia masih menghadapi pandemi Covid-19. Meski laju peningkatan kasus positif Covid-19 di Tanah Air melambat, bukan berarti pandemi Covid-19 telah berakhir.

"Covid-19 saat ini semakin terkendali namun sifatnya sementara. Kalau kita tidak lakukan upaya maksimal dalam pencegahan maka tidak menutup kemungkinan Covid-19 meningkat kembali," ujarnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: