Niat dan Doa Berkurban untuk Idul Adha Lengkap Bacaan Latin dan Artinya

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Kurban merupakan salah satu ibadah sunah yang dilakukan pada bulan Dzulhijjah saat Hari Raya Idul Adha. Penyembelihan ibadah kurban bisa dilakukan pada 10-13 Dzulhijjah. Adapun doa dan niat berkurban ketika Idul Adha.

Ibadah kurban merupakan bentuk meneladani kisah Nabi Ibrahim AS yang rela mengurbankan anaknya, Nabi Ismail AS. Saat menyembelih Ismail, Allah SWT menggantinya dengan hewan sembelihan yang besar sebagai balasan atas keimanan dan keikhlasan Ibrahim dan Ismail.

Perintah berkurban terdapat dalam Alquran, seperti yang telah tertulis pada surat Al-Kautsar ayat 2. Yang berarti :

"Maka dirikan-lah shalat karena Tuhanmu; dan berkurban-lah,"

Berkurban dilakukan dengan menyembelih hewan kurban seperti unta, sapi, kerbau, kambing, dan domba. Hukum berkurban adalah sunah muakkad yaitu sunah yang kuat atau sunah yang sangat dianjurkan.

Untuk Anda yang ingin berkurban, harus mengetahui doa dan niatnya. Berikut ini ulasannya yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Jum’at (18/6/2021).

Syarat Berkurban bagi Orang Islam

ilustrasi perempuan berhijab/iStockphoto
ilustrasi perempuan berhijab/iStockphoto

Seseorang diperbolehkan untuk berkurban asal memenuhi syarat-syarat sesuai syariat islam. Berikut ini syarat-syarat berkurban bagi orang islam, diantaranya :

1. Muslim

Salah satu cara untuk mendekatkan diri pada Allah Swt adalah dengan berkurban. Oleh sebab itu, hanya orang muslim yang diwajibkan untuk berkurban, sedangkan orang non-muslim tidak memiliki kewajiban untuk berkurban.

2. Mampu

Perintah berkurban lebih dianjurkan pada umat muslim yang memiliki finansial atau mampu untuk membeli hewan kurban. Seseorang dianggap mampu untuk berkurban ketika dirinya telah menyelesaikan kewajiban nafkah terhadap keluarganya.

3. Baligh dan Berakal

Ibadah kurban ditujukan pada orang dewasa atau seseorang yang telah baligh dan berakal sehat.

Niat Qurban dan Artinya

ilustan hewan kurban | pexels.com/@snapwire
ilustan hewan kurban | pexels.com/@snapwire

Sebagaimana amal lain seperti salat, puasa, dan zakat, kurban juga wajib dilakukan dengan disertai niat terlebih dahulu. Niat inilah yang akan menentukan apakah suatu kurban diterima Allah SWT atau tidak. Ulama An-Nawawi mengatakan: “Niat adalah syarat sah berqurban.” (Al-Majmu’ Syarh Muhadzab, 8/380)

Adapun bacaan lafadz niat kurban, yaitu:

“Nawaitu al-udhiyata bi syaatin lillahi ta’ala”

Artinya: “Saya niat berkurban untuk diri sendiri karena Allah ta’ala.”

Doa Menyembelih Hewan Kurban saat Idul Adha

Ilustrasi hewan kurban. (via musharrafhussain.com)
Ilustrasi hewan kurban. (via musharrafhussain.com)

Saat menyembelih hewan kurban disunahkan untuk membaca bismillah, takbir, salawat, dan doa ketika menyembelih kurban. Berikut doa saat menyembelih hewan kurban saat Idul Adha, yaitu :

1. Membaca basmalah dengan sempurna

"Bismillahir rahamnir rahim"

Artinya: Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

2. Membaca salawat untuk Rasulullah SAW

"Allahumma shalli ala sayyidina muhammad, wa alaa aali sayyidina muhammad"

Artinya : Tuhanku, limpahkan rahmat untuk Nabi Muhammad SAW dan keluarganya.

3. Membaca takbir sebanyak tiga kali dan tahmid sebanyak satu kali

"Allahu akbar, allahu akbar, allahu akbar walillahil hamd"

Artinya: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji bagi-Mu.

4. Membaca doa menyembelih hewan kurban

"Allahumma hadzihi minka wa ilaika, fataqabbal minni ya karim"

Artinya: Ya Tuhanku, hewan ini adalah nikmat dari-Mu dan dengan ini aku bertaqarrub kepada-Mu. Karenanya hai Tuhan yang Maha Pemurah, terimalah taqarrabku.

Tata Cara Menyembelih Hewan Kurban

Berikut adalah tata cara penyembelihan hewan kurban menurut syariat Islam, yaitu :

1. Membaca bismillah.

2. Membaca sholawat nabi seperti yang telah dijelaskan di atas.

3. Menghadap ke arah kiblat.

4. Membaca takbir 3 kali.

5. Membaca doa untuk menyembelih hewan kurban.

6. Tidak memperlihatkan alat potong pada hewan kurban.

7. Menggunakan pisau yang tajam agar tidak menyakiti hewan kurban.

8. Tidak boleh mematahkan leher hewan sebelum benar-benar mati.

Syarat Pembagian Daging saat Berkurban

ilustrasi daging sapi kurban | pexels.com/@mali
ilustrasi daging sapi kurban | pexels.com/@mali

Tujuan dari berkurban, selain untuk mendekatkan diri pada Allah Swt adalah untuk membagikannya pada orang-orang yang kurang mampu. Namun, pembagian daging kurban tidak dapat dilakukan sembarangan.

Menurut para ulama, jika Anda diwajibkan untuk melakukan ibadah kurban, maka daging kurban harus seluruhnya diberikan pada orang-orang yang kurang mampu. Orang yang berkurban tersebut tidak boleh mengambil sedikit pun daging kurbannya.

Sementara itu, orang yang tidak wajib berkurban tetapi tetap melakukan kurban atau ibadah kurbannya sunnah dianjurkan untuk memakan sebagian dari daging kurbannya. Bagi orang yang melaksanakan ibadah kurban sunnah, berikut adalah syarat pembagian daging kurbannya:

1. 1/3 daging diberikan pada orang yang berkurban.

2. 1/3 daging disedekahkan pada seseorang yang kurang mampu berkurban.

3. 1/3 daging dihadiahkan pada siapapun yang dia inginkan.

Perlu diperhatikan bahwa daging, bulu, atau kulit hewan kurban haram untuk dijual oleh siapapun. Daging yang dibagikan juga harus bersifat daging mentah dan belum diolah.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel