Niat Menikah untuk Ibadah, Pernikahan Impian Menjadi Kenyataan

·Bacaan 4 menit

Fimela.com, Jakarta Persiapan pernikahan seringkali dipenuhi drama. Ada bahagia, tapi tak jarang juga ada air mata. Perjalanan menuju hari H pun kerap diwarnai perasaan campur aduk. Setiap persiapan menuju pernikahan pun selalu punya warna-warninya sendiri, seperti kisah Sahabat Fimela dalam Lomba Share Your Stories Bridezilla: Perjalanan untuk Mendapat Status Sah ini.

***

Oleh: Riska Permata

Menikah tentunya menjadi suatu harapan, doa, dan juga impian bagi setiap orang apalagi jika memimpikan sebuah pernikahan yang sangat jauh diluar nalar. Harapan, doa juga impian itu muncul berbeda-beda, terkadang gegara melihat sebuah resepsi pernikahan artis ternama misalnya, membuat kita menginginkan hal serupa walaupun pada kenyataannya tidak mungkin sama sekali. Tapi kemungkinan itu masih tetap ada walaupun tidak sama persis tapi minimal hampir mirip bisa terjadi.

Seperti halnya saya yang punya banyak sekali impian ketika menikah nanti, mulai dari prewedding sampai hari H semua dimpikan sangat detail sekali. Ya, maklum namanya juga pernikahan seumur hidup sekali jadi harus benar-benar punya impian yang sangat besar. Berawal dari suka nonton film Korea jadi kepikiran ingin sekali kalau menikah nanti ada sedikit sentuhan Korea tanpa meninggalkan adat dan kebudayaan yang sudah ada.

Singkat cerita aku dan pasangan yang sudah sekitar 4 tahun lamanya berpacaran dengan kondisi putus nyambung dua kali, akhirnya kami berniat untuk menuju ke jenjang pernikahan. Setelah sekian lamanya banyak cerita dan drama selama 4 tahun itu membuat kami semakin yakin bahwa kami memang ditakdirkan untuk bersama.

Berawal dari obrolan untuk meminta restu kami berdua memulai membicarakan rencana pernikahan ini kepada kedua orang tua kami masing-masing. Dan orang tua kami pun menyambut baik hal ini, mereka pun setuju dengan rencana pernikahan kami.

Rencana demi rencana pun mulai kami tuliskan satu per satu terutama masalah anggaran. Dengan kondisi ekonomi kami yang berasal dari keluarga kurang mampu menjadikan kami harus bekerja lebih keras lagi supaya target budget yang sudah tertulis itu bisa kami capai.

Ya, anggarannya memang sangat besar sekali buat kami mengingat kami tak punya tabungan sama sekali untuk pernikahan. Akhirnya kami berencana untuk menikah pada tahun depan sehingga kami bisa menabung sekitar satu tahun lamanya untuk mewujudkan pernikahan impian kami.

Banyak Dibantu oleh Teman-Teman Sendiri

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/MinTeestocker
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/MinTeestocker

Sebenarnya pernikahan kami cukup sederhana hanya saja karena saya yang punya banyak impian ini itu pernikahan sederhana itu menjadi sedikit membengkak dalam anggaran. Impianku itu dimulai dari foto prewedding dibuat dengan sentuhan ala Korea. Ketika dipikir-pikir lagi kostum yang harus kami sewa lumayan juga harganya belum lagi sewa tempat dan terutama fotografernya.

Pasanganku yang serba banyak akal akhirnya memutuskan untuk memakai kostum yang kami punya dan sisanya pinjam ke teman-teman sehingga bisa menghemat anggaran, tak berhenti di situ dia pun menemui temannya yang bekerja di sebuah hotel ternama di Bandung dengan niat meminta bantuan untuk bisa menyewa kamar hotel dengan harga diskon sebagai salah satu tempat pre wedding.

Tak disangka temannya pun mengiyakan dan membantu kami berdua pada saat prewedding bahkan dia tak meminta sepeserpun untuk biaya kamar hotel yang kami pinjam sampai-sampai dia menyuruh kami untuk menginap saja sekalian di hotel itu.

Mulai dari sini kami dipermudah jalannya. Seiring waktu berjalan kami yang awalnya hanya punya satu pekerjaan kini terus mencari side job demi mengejar budget pernikahan kami dan tanpa terasa side job itu terus bermunculan setiap bulannya. Sungguh rejeki yang benar-benar tak kami sangka.

Setahun berjalan begitu cepat, side job yang bermunculan terus tanpa kami sangka sama sekali membuat kami bisa mencapai budget pernikahan yang kami targetkan. Dan bahkan ketika semua proses berjalan ternyata budget yang kami targetkan malah berkurang. Mulai dari budget foto pre wedding, seserahan, gedung, katering, dan lainnya semua berkurang.

Sedikit cerita menarik disini vendor-vendor yang kami hubungi itu tak lain adalah teman kami sendiri. Mereka membantu dengan setulus hati dan bahkan rela untuk rugi buat kami, dengan satu kata yang sama mereka ucapkan, "Anggap saja hadiah pernikahan buat kalian." Sungguh tak disangka sama sekali dengan kondisi yang kami alami saat itu.

Semua berjalan dengan bantuan teman-teman kami dan tentunya bantuan dari Allah SWT yang sangat kami syukuri. Pernikahan yang saya impikan akhirnya menjadi kenyataan yang tak terduga. Percayalah ketika kita menikah untuk ibadah semuanya akan segala dipermudah dan semuanya datang dari mana saja. Bermimpilah untuk pernikahan impian kalian, berusaha dan tawakal menjadi salah satu kuncinya.

#ElevateWomen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel