Niat Mulia Menpora Amali untuk Peraih Medali Emas Olimpiade

·Bacaan 1 menit

VIVA – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Zainudin Amali, bakal memperjuangkan status pahlawan nasional bagi para atlet peraih medali emas Olimpiade. Amali mengaku bakal berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait termasuk Presiden Joko Widodo mengenai hal tersebut.

Langkah ini diambil tak lepas dari perdebatan yang hadir usai legenda bulutangkis Indonesia, Markis Kido, yang meninggal pada Senin 14 Juni 2021, tak bisa dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata. Peraih medali emas Olimpiade 2008 Beijing itu dianggap tak memenuhi kriteria.

Pasalnya, meski Kido menerima penghargaan Parama Krida Utama dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2009 silam, penghargaan tersebut tak masuk kategori untuk dimakamkan di TMP Kalibata. Padahal, menurut Menpora Amali atlet yang meraih medali emas di olimpiade juga pahlawan yang mengharumkan nama bangsa.

Sementara kategori penghargaan dari pemerintah atau presiden yang boleh dimakamkan di TMP antara lain Bintang Republik Indonesia, Bintang Maha Putra, Bintang Sakti, Bintang Gerilya dan Anggota TNI/Polri yang gugur dalam pertempuran.

"Memang harapan kami seperti itu. Apalagi waktu saya kemarin ke rumah Markis Kido yang merupakan peraih medali emas Olimpiade 2008 Beijing. Tapi, di dalam kriteria penghargaannya, untuk yang dimakamkan di TMP Kalibata, yang didapat atlet ini belum masuk kriteria tersebut," kata Amali dalam program Kabar Petang Pilihan tvOne, Kamis 17 Juni 2021.

"Tentu, saya akan melapor ke Presiden karena mereka telah berjuang atas nama bangsa khususnya peraih medali emas Olimpiade itu juga disetarakan dengan para pahlawan misalnya mendapatkan Bintang Maha Putra atau apa saja," lanjutnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel