Niat Sholat Tahajud Malam Lengkap dengan Tata Cara dan Keutamaannya

Liputan6.com, Jakarta Niat sholat tahajud malam tentunya harus diketahui oleh seorang muslim. Pasalnya, keutamaan dari sholat tahajud begitu luar biasa bagi umat Islam. Bahkan, sholat tahajud dianggap sebagai ibadah sholat sunnah yang paling istimewa.

Telah disebutkan di dalam Al-Quran bahwa sholat tahajud dapat membuat orang yang mengamalkannya diangkat ke tempat yang terpuji di mata Allah SWT. Sholat tahajud juga merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW kepada umatnya.

Niat sholat tahajud malam harus dikenali beserta tata caranya sesuai sunnah. Tata cara sholat tahajud sesuai sunnah sebenarnya mirip dengan sholat pada umumnya. Perbedaan mendasar terdapat pada niat, waktu dan jumlah rakaat yang dijalankan.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (27/3/2020) niat sholat tahajud malam beserta tata cara dan keutamannya.

Waktu dan Jumlah Rakaat Sholat Tahajud Malam

Sholat Tahajud Malam (sumber: iStockphoto)

Sebelum mengenal niat sholat tahajud malam, tentunya kamu perlu untuk menetahui waktu dan jumlah rakaat pelaksanaannya. Sholat tahajud dianjurkan untuk dikerjakan pada sepertiga malam. Sholat ini bisa dilakukan pada awal, pertengahan, atau akhir malam.

Berikut waktu yang disunahkan untuk melaksanakan sholat tahajud:

Sepertiga malam pertama - Dimulai setelah sholat isya sampai pukul 10.30.

Sepertiga malam kedua - Dimulai 10.30 hingga 01.30.

Sepertiga malam terakhir - Dimulai 01.30 hingga sebelum memasuki subuh.

Waktu utama untuk melakukan sholat tahajud adalah di sepertiga malam terakhir.

Seperti sebuah hadis dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Rabb kami -Tabaroka wa Ta’ala- akan turun setiap malamnya ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lalu Allah berfirman, “Siapa yang memanjatkan do’a pada-Ku, maka Aku akan mengabulkannya. Siapa yang memohon kepada-Ku, maka Aku akan memberinya. Siapa yang meminta ampun pada-Ku, Aku akan memberikan ampunan untuknya”.

Selain waktu, tentunya mengenali rakaatnya tentu juga sangat penting sebelum mengenali niat sholat tahajud malam. Sholat sunnah ini dikerjakan 2 rakaat, 2 rakaat dengan jumlah rakaat tak terbatas. Walaupun begitu menurut hadits HR Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW tidak pernah mengerjakan sholat tahajud lebih dari 11 atau 13 rakaat (jumlah rakaat beserta witir).

Niat Sholat Tahajud Malam dan Tata Caranya

Ilustrasi salat tahajud (Foto: moslemforall.com)

Niat sholat tahajud malam dan tata caranya sebenarnya tidak jauh berbeda dengan sholat sunah lainnya. Tentunya untuk mendapatkan berbagai keutamaan sholat tahajud kamu harus mengenali tata cara melaksanakannya.

Berikut niat sholat tahajud malam dan tata cara melaksanakannya:

Niat Sholat Tahajud Malam

Ushallii sunnatat tahajjudi rak’ataini (mustaqbilal qiblati) lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku niat sholat sunnah tahajud dua rakaat (dengan menghadap kiblat) karena Allah Taala.”

Tata Cara Sholat Tahajud

Mengenai tata cara sholat tahajud, tidak berbeda jauh dengan sholat sunnah pada umumnya:

1. Cara sholat tahajud yang pertama adalah membaca niat seperti yang sudah dijelaskan di atas. Cukup dibaca dengan suara pelan saja.

2. Setelah membaca niat sholat tahajud malam, dilanjutkan dengan membaca takbir.

3. Kemudian membaca doa iftitah (sunah)

4. Lalu membaca surat alfatihah, setelah alfatihah membaca surat pendek yang ada dalam Al Qur’an yang telah dihafal.

5. Kemudian lanjutkan seperti pada langkah langkah sholat pada umumnya. Seperti rukuk, sujud, hingga salam.

6. Setelah salam, disunahkan membaca bacaan wirid, tasbih, tahmid, takbir, sholawat, istigfar, kemudian membaca doa sholat tahajud.

Doa Sholat Tahajud

Dalam riwayat Bukhari, Muslim, dan Abu Daud, ada doa yang biasanya kerap dilantunkan di bagian akhir. Doa itu berisi permintaan mendapat keselamatan dan kepasrahan.

Berikut doanya:

"Allahuma lakal hamdu Anta nuurussamaawaati wal ardli wa man fiihinna. Walakal hamdu Anta qayyimussamaawaati wal ardli wa man fihinna. Walakal hamdu Anta rabbussamaawaati wal ardli wa man fiihinna. Walakal hamdu Anta mulkussamaawaati wal ardli wa man fiihinna. Walakal hamdu Anta malikussamaawaati wal ardli. Walakal hamdu, Antal haqqu wa wa'dukal haqqu, wa qaulukal haqqu, wa liqaa ukal haqqu. Waljannatu haqqun wannaru haqqun. Wannabiyyuuna haqqun, wa Muhammadun haqqun, wassaa 'atu aqqun. Allahuma laka aslamtu. Wa 'alaika tawakkaltu, wabika aamantu, wa ilaika aanabtu, wabia khaashamtu. wa ilaika haakamtu. Faghfirlii maa qaddamu wa maa akhkhartu wa maa asrartu wa maa a'lantu antal muqaddimu wa antal mu akhkhiru, laa ilaa ha illaa anta ilaihi laa ilaaha illa anta."

Artinya:

"Ya Allah, bagi-Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi serta seisinya, bagi-mu segala puji, Engkau yang mengurusi langit dan bumi serta seisinya, bagi-Mu sehala puny, Engkau Tuha yang menguasai langit dan bumi serta seisinya, bagi-Mu segala puji dan bagi-Mu kerajaan langit dan bumi serta seisi-Nya, bagi-Mu segala puji, Engkau benar, janji-Mu benar, firman-Mu benar, bertemu dengan-Mu benar, surga adalah benar, neraka adalah benar (ada), (terutusnya) para nabi adalah benar, (terutusnya) Muhammad adalah benar (daru-Mu), peristiwa hari kiamat adalah benar. Ya Allah, kepada-Mu aku pasrah, kepada-Mu aku bertawakkal, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku kembali, dengan pertolongan-Mu aku berdebat (dengan orang-orang kafir), kepada-Mu (dan dengan ajaran-Mu) aku menjatuhkan hukum. Oleh karena itu, ampunilah dosaku yang telah lalu dan yang akan datang. Engkaulah yang mendahulukan dan mengakhirkan, tiada Tuhan yang haq disembah kecuali Engkau, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang haq disembah kecuali Engkau."

Keutamaan Sholat Tahajud

Keutamaan Sholat Tahajud / Sumber: iStockphoto

Doanya Dikabulkan

Keutamaan sholat tahajud yang pertama adalah akan dikabulkan doa-doanya oleh Allah SWT. Apalagi bila seseorang melaksanakannya di waktu utamanya yaitu di sepertiga malam terakhir.

Nabi Muhammad SAW bersabda: “Rabb kita Tabaraka wa Ta’ala turun setiap malam ke langit dunia ketika masih tersisa sepertiga malam terakhir, lalu Dia berfirman: “Barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku mengampuninya. Barangsiapa yang memohon (sesuatu) kepada-Ku, niscaya Aku akan memberinya. Dan barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkannya.” (HR. Bukhari).

Jembatan untuk Masuk Surga

Berikut bunyi hadis yang dikatakan oleh Rasulullah SAW saat itu kepada Abdullah Ibnu Muslim berkaitan dengan keistimewaan sholat tahajud. “Hai sekalian manusia! Sebarkanlah salam, dan bagikanlah makanan serta sambunglah silaturahmi dan tegakkan lah sholat malam saat manusia yang lain sedang tidur, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat.” (HR. Ibnu Majah).

 

Keutamaan Sholat Tahajud

Amalan yang Akan Membantu di Akhirat

Ada juga ayat yang terkandung di dalam Alquran terkait sholat malam ini. Dalam surat Az-Zariyat ayat 15-18 telah disebutkan bahwa orang yang senantiasa melakukan sholat tahajud, insya Allah akan mendapatkan sebuah balasan yang setimpal yang diberikan oleh Allah SWT ketika kelak sudah berada di akhirat.

Dalam ayat tersebut dengan jelas menyebutkan bahwa. “Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada dalam taman-taman surga dan di mata air-mata air, seraya mengambil apa yang Allah SWT berikan kepada mereka. Sebelumnya mereka telah berbuat baik (di dunia), mereka adalah orang-orang yang sedikit tidurnya di waktu malam dan di akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah.” (QS. Az Zariyat: 15-18).

Kebiasaan yang Dilakukan Orang Saleh

Sholat tahajud merupakan kebiasaan orang-orang yang saleh. Seperti yang dijelaskan dalam hadis berikut:

“Biasakanlah dirimu untuk sholat malam karena hal itu tradisi orang-orang saleh sebelummu, mendekatkan diri kepada Allah, menghapus dosa, menolak penyakit, dan pencegah dari dosa.” (HR. Ahmad).

Menjaga Kesehatan Rohani

Ditegaskan oleh Allah SWT dengan mengatakan bahwa orang yang selalu sholat tahajud akan selalu mempunyai sifat yang rendah hati dan ramah dan refleksi ketenangan jiwa di dalam kehidupan sehari-hari.

Allah SWT telah berfirman, “Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik. Dan orang yang melewati malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.” (QS. Al-Furqan: 63-64).