Nicholls memimpin perburuan gelar King George yang ke selusin

·Bacaan 2 menit

London (AFP) - Rintangan terbesar yang dihadapi Clan des Obeaux guna menandingi legenda-legenda jump racing Desert Orchid, Kauto Star dan Wayward Lad sebagai juara tiga kali King George VI Chase pada Sabtu mungkin adalah kawan sekandang Cyrname.

Kemenangan untuk kedua kuda sekandang bakal membuat pelatih Paul Nicholls mencatat sukses juara ke-12 dalam pacuan yang gengsinya kedua setelah Cheltenham Gold Cup.

Cyrname dilampaui oleh Clan des Obeaux dalam lomba ulangan tahun lalu yang finis 21 langkah di belakang.

Keduanya sudah siap kembali menghadapi kontes yang biasanya penuh sesak sampai langit-langit Kempton Park tetapi karena virus Corona bakal kosong tahun ini.

Nicholls (58) memasangkan empat dari sembilan runner (kuda balap) dengan Frodon yang pemberani yang telah membentuk kemitraan luar biasa dengan Bryony Frost, dan Real Steel yang merupakan kedua starter dia lainnya.

Seandainya punter mengharapkan bantuan dari Nicholls untuk memberi mereka petunjuk mengena mana dari dua taksiran utamanya, maka mereka bakal kecewa sekali.

"Saya tidak bisa memecah Clan dan Cyrname ke titik bahwa jika Anda memberi saya 500 pound untuk mendukung salah satu dari mereka saya tak akan tahu apa yang mesti dilakukan," kata dia kepada situs web taruhan Betfair.

Nicholls mengakui Cyrname mengikuti lomba tahun ini dengan persiapan yang lebih baik ketimbang Clan des Obeaux.

Cyrname tampil mengesankan ketika menjuarai Charlie Hall Chase akhir Oktober, sementara Clan des Obeaux berada pada urutan kedua di belakang Bristol de Mai dalam perburuan kelas atas bulan lalu.

"Dia (Cyrname) dalam beberapa hal tidak tepat musim lalu setelah kalah mengejutkan dari Altior dalam duel epik mereka melawan Ascot," kata Nicholls.

"Kedua kuda sudah memberikan segalanya hari itu dan menjadi tidak sama setelahnya."

"Saya senang sekali terhadap kemenangan mengesankannya dalam Charlie Hall Chase di Wetherby di mana dia melompat lurus bak anak panah dan berlari dengan kepala tegak."

Walaupun demikina, Nicholls juga memacu Clan des Obeaux yang berlari di belakang Bristol de Mai.

"Itu sebaik yang dia pernah lakukan saat pertama kali berlari, dia terlihat hebat dan pasti siap merangsek," kata dia.

Jika ada perusak pesta maka kemungkinan besar itu adalah Santini atau Lostintranslation, yang masing-masing finis urutan kedua dan ketiga pada Cheltenham Gold Cup tahun ini.

Clan des Obeaux gagal dalam Gold Cup Maret setelah finis urutan kedelapan.

Pelatih Santini, Nicky Henderson, memberi suplemen kepada kudanya untuk pacuan Senin.

"Ketika Anda dalam lockdown Level 4, Anda tak punya banyak hal untuk dilakukan Minggu sore dan saya punya gagasan cemerlang mengenai apa yang harus dilakukan pada Santini," canda pria berusia 70 tahun ini.

"Awalnya kami tidak memasukkannya karena saya yang pertama mengakui kami tidak beranggapan Kempton bakal menjadi trek idealnya - tapi dia sangat baik pada dirinya sendiri dan tak ada lagi yang bisa dilakukan."

Lostintranslation finis tepat di belakang Clan des Obeaux dalam baik King George tahun lalu maupun dalam balapan persiapannya musim ini.

"Kami tetap percaya sepenuhnya kepada dia," kata Joe Tizzard, asisten pelatih ayahanda Colin.

"Jika kami melakukannya dengan benar, dia bisa bersaing di pacuan teratas ini dan untuk sementara ini kami senang terhadap dia."


pi/nr