Nicolas Saputra Keliling Puluhan Negara

TEMPO.CO, Kuala Lumpur - Aktor Nicolas Saputra mengatakan traveling adalah salah satu hobinya, selain menyelam dan membaca. Saking sukanya jalan-jalan, Nicholas Saputra yang melejit lewat film "Ada Apa dengan Cinta?" ini sudah mengunjungi sekitar dua puluh negara. Negara mana saja itu?

"Gue pernah ke Malaysia, Australia, Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, Jepang, Korea Selatan, Rusia, Cina, India, Inggris, Belanda, Swedia, Jerman, Austria, Slovakia, Amerika Serikat, Kuba, Brazil, sekitar dua puluhan lah," ujarnya saat ditemui di sela-sela ulang tahun Tune Hotel di Kuala Lumpur, akhir pekan ini.

Dari sederet negara yang sudah dilawat, Kuba menjadi favorit Nico. Alasannya, negara yang dikunjunginya Maret lalu itu membuatnya bak berada pada tahun 1980-an. "Di sana beda aja sih. Banyak mobil tua dan bangunan tua," kata dia.

Selain Kuba, Thailand juga berkesan bagi aktor kelahiran 1984 itu. Menurut Nico, Bangkok, ibukota Thailand, sangat seru sebagai destinasi wisata. Musababnya, kota itu punya banyak tempat belanja yang menjual barang-barang murah.

Kerap menjelajah sejumlah negara diakui Nico membuatnya punya nilai lebih. Dengan traveling, ia merasa menjadi sosok yang lebih terbuka, berwawasan luas, adaptif, dan lebih bisa menerima perbedaan.

Sejumlah negara dan tempat tujuan wisata pun sudah ada dalam rencana Nico tahun depan. Salah satu yang diincarnya adalah Kenya. Menurut Nico, negara di belahan Afrika itu seru untuk bersafari. "Kenya itu cita-cita gue dari kecil," ujarnya.

ISMA SAVITRI

Berita selebritas lainnya:

Virnie Ismail Berhenti Nyalon Demi Anak

Cara Unik Anak Roy Marten Melamar Giselle 

Merry Putrian Utamakan Pendidikan Agama buat Anak

Riza Arshad Meriahkan Festival Jazz Banyuwangi

Afgan Masih Betah Menjomblo 

Ben Affleck Dapat Penghargaan Modern Master

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.