Nigeria Berkabung, 100 Warga Sipil Dibantai Kelompok Militan

Dedy Priatmojo
·Bacaan 1 menit

VIVANigeria mengumumkan tiga hari berkabung nasional menyusul pembantaian 100 warga sipil di dua desa di wilayah barat negara tersebut oleh kelompok militan yang melakukan serangkaian serangan pada Sabtu.

Berdasarkan keterangan saksi mata, lebih dari seratus penyerang bersenjata dengan sepeda motor mengepung desa dan mulai menembak tanpa pandang bulu.

Pemerintah Nigeria mengatakan, penyelidikan telah dilakukan untuk menemukan para pelaku.

Personel keamanan juga telah dikerahkan ke daerah dekat wilayah tiga perbatasan Nigeria, Burkina Faso, dan Mali yang dikenal sebagai Liptako-Gourma, yang dikuasai militan yang terafiliasi jaringan al Qaeda dan ISIS.

Serangan itu menyoroti rapuhnya keamanan di wilayah Sahel Afrika Barat, dan di Nigeria khususnya, menjelang pemilihan presiden di negara itu pada 21 Februari.

Pembunuhan akhir pekan itu termasuk yang terburuk dalam sejarah Nigeria baru-baru ini.

UNHCR, Badan Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam sebuah pernyataan pada Senin, mengaku telah memaksa para korban selamat dan penduduk dari empat desa tetangga untuk mengungsi.

Menurut UNHCR, setidaknya 1.000 orang sedang bergerak dari daerah itu, berusaha mencapai kota Ouallam sekitar 80 km jauhnya. Banyak para pengungsi yang melakukan perjalanan dengan berjalan kaki.

Nigeria, Burkina Faso, dan Mali berada di episentrum salah satu krisis pengungsian dan perlindungan warga sipil paling parah di dunia. Nigeria menampung 851.000 pengungsi, dan hampir 2 juta orang terlantar di dalam negeri. (ant)