Nigeria Minat Impor Pakaian dan Alas Kaki dari Indonesia

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perdagangan RI melalui perwakilannya di luar negeri kembali memfasilitasi kegiatan penjajakan kesepakatan bisnis (bussiness matching) antara pelaku usaha Indonesia dan Nigeria.

Kegiatan itu difasilitasi oleh Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Lagos Nigeria ini, dan berlangsung secara virtual pada Selasa (2/11).

Kemendag mengatakan bahwa bussiness matching ini merupakan bagian dari kegiatan Trade Expo Indonesia-Digital Edition (TEI-DE) 2021 yang dijadwalkan berlangsung pada 21 Oktober-4 November 2021 (interaktif daring), hingga 20 Desember 2021 (showcase).

Pelaku usaha yang difasilitasi yakni CV Anugerah Global (pakaian bayi), CV Sysgoodstore Indonesia (pakaian bayi), PT Maha Nagari Nusantara (alas kaki), Euis Footwear (alas kaki), Blankenheim (alas kaki), Muria Batik (Batik), dan PT Batik Arjuna Cemerlang (batik).

Sementara dari Nigeria, hadir lebih dari 10 importir yang terdiri atas importir potensial baru dan yang telah lama bermitra dengan pelaku usaha Indonesia.

“Buyer yang hadir tidak hanya berasal dari satu negara bagian, namun juga berasal dari wilayah lain. Ini menunjukkan keinginan kuat buyer Nigeria untuk bertemu eksportir Indonesia dalam platform TEI tahun ini," ungkap Kepala ITPC Lagos, Hendro Jonathan.

Menurut Hendro, bussiness matching ini merupakan permintaan khusus di luar agenda TEI-DE dari calon importir Nigeria dan peserta TEI-DE kepada ITPC Lagos.

Di Nigeria, beberapa buyer menunjukkan minatnya melakukan bussines matching untuk berbagai produk, ungkap Kemendag. Namun, kali ini kegiatan berfokus pada sektor pakaian, fashion alas kaki, dan produk garmen lainnya.

“ITPC Lagos mengapresiasi atas partisipasi buyer Nigeria yang telah bergabung dalam kegiatan ini. Diharapkan pelaku usaha kedua negara dapat menjadi mitra bisnis dalam jangka panjang,” tutur Hendro.

Ia pun Hendro juga mengungkapkan, ada salah satu importir Nigeria yang berencana mengunjungi Indonesia untuk bertemu langsung dengan beberapa pelaku usaha di Tanah Air.

Pada kunjungan tersebut, importir Indonesia akan membawa serta beberapa rekan bisnis dari negaranya.

“Bussines matching ini menjadi kesempatan bagi pelaku usaha Indonesia untuk memperkenalkan produk sehingga importir dari Nigeria dapat menyampaikan kepada importir lainnya mengenai produk yang dipresentasikan,”ujar Hendro.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Indonesia Raup Potensi Pembelian Senilai Rp 6,65 miliar

Aktivitas bongkar muat kontainer di dermaga ekspor impor Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (5/8/2020). Menurut BPS, pandemi COVID-19 mengkibatkan impor barang dan jasa kontraksi -16,96 persen merosot dari kuartal II/2019 yang terkontraksi -6,84 persen yoy. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Aktivitas bongkar muat kontainer di dermaga ekspor impor Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (5/8/2020). Menurut BPS, pandemi COVID-19 mengkibatkan impor barang dan jasa kontraksi -16,96 persen merosot dari kuartal II/2019 yang terkontraksi -6,84 persen yoy. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Sebelumnya, yaitu pada 21—28 Oktober lalu ITPC Lagos juga memfasilitasi kegiatan serupa. Dalam beberapa kegiatan tersebut, kategori produk yang diminati di antaranya produk herbal, busana muslim, minyak goreng, kosmetik, multivitamin, pengusir nyamuk, bumbu instan, dan santan kelapa.

Sementara peserta yang difasilitasi adalah PT Jamu Jago, CV Barokah Mandiri, PT Sari Mas Permai, PT Afifarma, Adiva Fyza Salima, PT Rodamas Sejahtera, PT Farmella RAZ Internasional dan Aroma Wangi Indonesia.

Dari kegiatan business matching tersebut, Indonesia berhasil meraup potensi pembelian senilai USD 475 ribu atau Rp 6,65 miliar.

Total perdagangan Indonesia dan Nigeria pada periode Januari—Agustus 2021 mencapai USD 1,4 miliiar.

Pada periode tersebut juga, ekspor Indonesia ke Nigeria tercatat sebesar USD 330,55 juta.

Impor Indonesia dari Nigeria tercatat sebesar USD 1,12 miliar yang didominasi minyak bumi.

Adapun sektor nonmigas, di mana hingga Agustus 2021, ekspor nonmigas Indonesia tercatat sebesar USD 300 juta atau naik 22 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sedangkan untuk impor nonmigas Indonesia dari nigeria hanya mencapai sebesar USD 49 juta.

Kemendag membeberkan, bahwa ekspor utama Indonesia ke Nigeria di antaranya adalah minyak kelapa sawit, makanan olahan, minuman nonalkohol, asam glutamat dan garamnya, serta vaksin dan obat-obatan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel