Nikita Mazepin: Saya dan Mick Schumacher Tidak Berteman

Xaveria Yunita
·Bacaan 2 menit

Kedua rookie tersebut akan duduk di balik kemudi Haas Formula 1 untuk musim depan usai menuntaskan petualangan di Formula 2.

Mick Schumacher promosi dengan status juara ajang tersebut, sedangkan pilot muda Rusia itu hanya duduk di peringkat kelima.

Sejak kecil, mereka tumbuh bersama dalam atmosfer persaingan. Bahkan dalam wawancara dengan sebuah kanal televisi Rusia, Match TV, ia menegaskan tak berteman putra legenda F1, Michael Schumacher.

“Kami bukan teman, paling maksimal, kami hanya kenalan lama, dalam hal kami berlomba bersama sejak kelas gokar,” ujarnya dikutip La Gazzetta dello Sport.

“Sejujurnya, namanya tak penting bagi saya. Karena nama belakangnya, dia akan lebih punya kekuatan, tapi juga tekanannya lebih besar. Namun, saat saya menurunkan pelindung mata, saya tak memikirkan hal-hal seperti ini.”

Mazepin tidak terlalu ambisius dengan pencapaiannya musim depan mengingat ia baru terjun ke Formula 1. Di samping itu, Haas meski didukung oleh Ferrari, belum punya mobil yang mumpuni untuk menyaingi rival-rival top.

“Sungguh penting jadi realistis, tetap menginjak bumi. Kami akan menghadapi musim yang sangat rumit,” katanya.

“Saya tidak yakin kami dapat berkompetisi dengan banyak lawan, tapi saya menyukai olahraga ini, sejak masih anak-anak."

Baca Juga:

Cara Haas Tangani Kasus Mazepin Dinilai Tepat Sebelum Jadi Pembalap, Mazepin Sempat Mendalami MMA

Terlepas dari bakatnya, Mazepin diterima oleh Haas karena pengaruh sang ayah, Dmitry, yang merupakan salah satu orang terkaya di Negeri Beruang Merah.

Pemilik perusahaan Uralchem tersebut bersedia mengambil peran sebagai sponsor. Oleh karena itu, apapun yang dilakukan pemuda 21 tahun tersebut tidak berpengaruh kepada kursinya.

Salah satunya adalah skandal meraba dada seorang rekan wanitanya, Andrea D’Ival. Polemik tersebut tentu melukai citra tim dan Mazepin, tapi posisi sang pembalap tetap aman.

“Untuk motif tertentu, tidak berhubungan dengan dunia balapan, mungkin saya diperlakukan secara berbeda dari orang lain. Saya terbiasa dengan hal-hal ini dan saya tidak terganggu,” ujarnya.