Nikita Mirzani Dijemput Paksa, Kuasa Hukum Dito: Hati-hati Gunakan Medsos

Merdeka.com - Merdeka.com - Polisi dari Polresta Serang Kota menjemput paksa Nikita Mirzani saat tengah santai bersama putranya, Arkana Mawardi di Mall Senayan City, Jakarta Pusat, Kamis (21/7) siang.

Terkait penangkapan tersebut, Kuasa Hukum Dito Mahendra, Yafet Rissy mengapresiasi kinerja penyidik Polres Serang kota, serta menunjukkan bahwa penyidik memiliki independensi yang tinggi dan profesional dalam menjalankan tugasnya.

"Nikita Mirzani telah dipanggil secara patut dua kali tapi tidak datang dan sesuai dengan keterangan yang diberikan polisi bahwa yang tersebut tidak kooperatif," kata Yafet, saat konferensi pers di Jakarta, Jumat (22/7).

Lebih lanjut, Yaffet menjelaskan, berdasarkan track record Nikita, terlihat ia memiliki kecenderungan untuk selalu tidak kooperatif dan tidak memenuhi panggilan kepolisian.

"Penyidik dalam hal ini maka sesuai ketentuan Pasal 24 ayat 1 dan 2 KUHP ditegaskan penyidik kepolisian punya kewenangan untuk menahan seseorang, tersangka di dalamnya untuk kepentingan penyidikan. Masa tahanannya 20 hari, bisa diperpanjang 40 hari lagi dengan total 60 hari," jelasnya.

Melalui kuasa hukumnya, Dito Mahendra menghargai proses yang sedang berlangsung. Dia juga berharap agar kepolisian tetap profesional dalam menegakan hukum dan taat pada peraturan perundang-undangan. Serta meminta agar proses yang tengah berjalan secepatnya dapat diselesaikan.

"Mas Dito sebagai klien berharap proses ini segera dilimpahkan ke kejaksaan supaya dapat kemudian dilimpahkan lagi ke pengadilan untuk dilakukan persidangan," jelas Yaffet.

Nikita Mirzani dijemput paksa polisi di Mall

Nikita Mirzani ditangkap polisi saat sedang berada di pusat perbelanjaan Jakarta Pusat, Kamis (21/7/2022). Nikita Mirzani dijemput paksa karena dianggap tidak kooperatif pada panggilan polisi sebelumnya.

Nikita Mirzani ditangkap karena kasus pencemaran nama baik melalui ITE gegara postingan di Insta Story akun Instagram miliknya. Dia dilaporkan oleh Dito Mahendra (DM).

"Konteksnya terkait laporan oleh Saudara DM sesuai LP adalah UU Informasi Transaksi Elektronik, di mana yang menjadi objek pelaporan adalah konten yang ada di Insta Story milik Ibu Nikita," kata Kabid Humas Polda Banten Shinto Silitonga, Rabu (15/6). [ded]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel