Nikkei ditutup di puncak baru 29 tahun, harapan vaksin terus menguat

Kelik Dewanto
·Bacaan 2 menit

Indeks Nikkei Jepang ditutup melonjak pada level tertinggi baru dalam 29 tahun pada perdagangan Rabu, karena investor tetap mengharapkan pemulihan ekonomi global yang cepat dari pandemi COVID-19 di tengah perkembangan keberhasilan uji coba vaksin tahap awal.

Indeks acuan Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo (TSE) ditutup melonjak 1,78 persen atau 444,01 poin menjadi 25.349,60 poin, menandai level penutupan tertinggi sejak Juni 1991. Indeks juga memperpanjang kenaikan untuk sesi ketujuh berturut-turut, reli terpanjang sejak Oktober 2019.

Baca juga: Saham Tokyo dibuka lebih tinggi meskipun Wall Street beragam

Indeks Topix yang lebih luas naik 1,66 persen atau 28,27 poin menjadi menetap di 1.723,65, level tertinggi sejak 7 Februari. Semua kecuali tiga dari 33 sub-indeks sektor di bursa Tokyo diperdagangkan lebih tinggi.

Seiring dengan optimisme setelah produsen obat AS Pfizer mengatakan pada Senin (9/11/2020) bahwa hasil uji coba awal menunjukkan bahwa vaksin COVID-19 eksperimental lebih dari 90 persen efektif, saham-saham Jepang juga didukung oleh laporan laba perusahaan yang positif dan ketidakpastian politik AS yang surut, kata para analis, dilansir dari Reuters.

Saham-saham berjangka AS naik tipis di perdagangan Asia, sementara laba perusahaan yang positif juga menjadi penarik bagi pasar.

Sektor keuangan siklikal berkinerja paling baik karena mereka diuntungkan dari lompatan semalam dalam imbal hasil obligasi AS, dengan perusahaan asuransi dan bank masing-masing terangkat 3,06 persen dan 2,72 persen.

Sementara itu, maskapai penerbangan ANA Holdings dan Japan Airlines, yang masing-masing melonjak sekitar 17 persen pada Selasa (10/11/2020) saat reli vaksin, kehilangan tenaga dan terakhir turun masing-masing 1,13 persen dan 2,11 persen.

Penyedia layanan internet DeNA adalah salah satu peraih persentase terbesar dalam indeks, melonjak lebih dari 12 persen setelah membukukan laba setengah tahun yang positif.

Bank-bank daerah menguat setelah bank sentral Jepang (BoJ) pada Selasa (10/11/2020) mengumumkan skema yang bertujuan untuk memberi insentif kepada pemberi pinjaman daerah untuk mengkonsolidasikan dan membantu merevitalisasi ekonomi daerah.

Concordia Financial Group melonjak lebih dari 4,7 persen, diikuti oleh Shimane Bank dan Chiba Bank masing-masing naik 5,61 persen dan 3,57 persen.

Kansai Mirai Financial Group melonjak 13,4 persen setelah Resona Holdings mengatakan akan membayar hingga 66,15 miliar yen (628,38 juta dolar AS) untuk mengambil kendali penuh atas perusahaan. Resona Holdings naik hampir 4,47 persen. (1 dolar AS = 105,2700 yen).

Baca juga: Saham Aussie ditutup naik saat euforia vaksin beri harapan pemulihan
Baca juga: Saham China dibuka lebih rendah setelah melemah sehari sebelumnya