Nikkei jatuh terseret laba yang lemah dan kekhawatiran teknologi AS

·Bacaan 1 menit

Saham-saham Jepang turun pada awal perdagangan Senin pagi, di tengah laporan laba perusahaan yang mengecewakan, dengan saham terkait semikonduktor di antara yang paling terpukul menyusul penurunan rekan-rekan teknologi AS karena laba yang buruk dan kekhawatiran tentang tapering Federal Reserve.

Indeks acuan Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo (TSE) merosot 0,87 persen menjadi diperdagangkan di 28.560,44 poin, sementara indeks Topix yang lebih luas terpangkas 0,26 persen menjadi diperdagangkan pada 1.996,87 poin.

Saham-saham semi-konduktor kehilangan 1,9 persen, dengan Tokyo Electron tergerus 2,1 persen dan Screen Holdings anjlok 2,9 persen, setelah Nasdaq AS jatuh pada Jumat (23/10) di tengah laporan kuartalan yang mengecewakan dari Snap dan Intel Corp.

Saham-saham teknologi yang bernilai kaya juga berada di bawah tekanan setelah Ketua Fed Reserve Jerome Powell membahas pengurangan stimulus.

Beberapa laporan keuangan perusahaan Jepang yang diterbitkan pada Jumat (23/10) juga suram.

Ube Industries jatuh 2,5 persen setelah perusahaan kimia itu memangkas prospek laba bersih tahunannya bahkan ketika meningkatkan perkiraan tertingginya.

Stanley Electric kehilangan 1,0 persen setelah pembuat peralatan penerangan mobil itu merevisi turun prospek labanya pada setengah tahun yang berakhir September, mengutip penurunan global dalam produksi mobil dan kenaikan biaya-biaya.

Di sisi lain, Tokyo Steel melambung 12,6 persen setelah produsen baja itu menaikkan prospek laba tahunannya dan meningkatkan estimasi dividen.

Chugai Pharmaceutical juga terangkat 6,7 persen setelah pembuat obat itu membukukan laba yang optimis karena obat perawatan untuk COVID-19.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel