Nikkei Jepang merosot, ketakutan inflasi tekan saham pertumbuhan

·Bacaan 2 menit

Saham-saham Jepang jatuh ke posisi terendah satu bulan pada awal perdagangan Selasa pagi, karena lonjakan harga-harga minyak memicu kekhawatiran lebih lanjut tentang inflasi dan pengetatan moneter secara global memukul saham-saham pertumbuhan.

Indeks acuan Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo (TSE) anjlok 2,97 persen menjadi diperdagangkan pada 27.602,33 poin, sementara indeks Topix yang lebih luas merosot 1,79 persen pada 1.938,66 poin, di jalur untuk mencatat sesi penurunan ketujuh berturut-turut dan mencapai level terendah sejak 27 Agustus.

"Ada anggapan yang dimiliki investor, bahwa inflasi akan bersifat sementara dan pendapatan akan terus pulih, mungkin runtuh," kata Masayuki Doshida, analis pasar senior di Rakuten Securities, dikutip dari Reuters.

Beberapa pelaku pasar mengatakan proposal Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida yang baru untuk menaikkan pajak atas capital gain juga merusak sentimen.

Saham-saham pertumbuhan yang diuntungkan dari suku bunga rendah berkinerja buruk dengan Indeks Pertumbuhan Topix (Topix Growth Index) jatuh 2,0 persen, dibandingkan dengan penurunan 0,7 persen pada Topix Value Index.

Fast Retailing terperosok 6,9 persen setelah operator jaringan toko pakaian kasual Uniqlo itu melaporkan penurunan 19,1 persen dalam penjualannya pada September.

Perusahaan internet Z Holdings kehilangan 6,8 persen, sementara pembuat suku cadang elektronik Murata Manufacturing turun 4,1 persen.

SoftBank Group kehilangan 5,1 persen di tengah kekhawatiran tentang penurunan nilai investasinya di perusahaan teknologi, khususnya Alibaba, yang telah jatuh lebih dari 50 persen dari rekor puncak yang dicapai hampir setahun lalu.

Saham-saham terkait semikonduktor juga menderita dengan indeks semi-konduktor MSCI Jepang kehilangan 4,7 persen.

Melawan tren adalah perusahaan minyak, yang diuntungkan dari kenaikan harga minyak mentah. Perusahaan eksplorasi minyak Inpex terangkat 5,5 persen, sementara Idemitsu Kosan naik 2,3 persen.

Perusahaan asuransi jiwa juga diuntungkan dari imbal hasil obligasi AS yang lebih tinggi, dengan T&D Holdings menguat 1,1 persen dan Dai-ichi Life Holdings naik 0,9 persen.

Baca juga: IHSG berpotensi menguat terbatas dibayangi aksi ambil untung
Baca juga: Saham Australia dibuka melemah jelang putusan suku bunga bank sentral
Baca juga: Wall Street terseret aksi jual saham teknologi, Nasdaq anjlok 311 poin

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel