Nikmatnya Hubungan Seks hingga Klimaks

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Level klimaks saat melakukan hubungan seksual bergantung pada faktor fisik atau psikologis, bisa juga karena masalah teknik. Kemampuan untuk mencapai orgasme yang sehat, kuat, dan memuaskan adalah anugerah, menurut Director of EMH Physical Therapy in New York City, Evelyn Hecht.

"Ketika libido kita rendah, ketidakmampuan orgasme atau kualitas orgasme kita tidak sekuat dulu, adakah yang bisa dilakukan? Banyak,” kata Hecht, dikutip dari laman Everyday Health, Selasa, 27 April 2021.

Baca: Gairah Menurun, Pakar Beri 7 Trik Mudah Lecut Libido Seks

Sementara itu, Konselor Seks Ellen Barnard mengatakan kita harus fokus agar bisa mencapai klimaks. Misalnya dengan mematikan ponsel dan meletakkannya jauh dari pandangan, kirim anak-anak ke rumah nenek atau kunci pintu kamar.

“Fokus pada apa yang tubuh Anda rasakan, kesadaran akan kenikmatan, dan ikuti sensasi dengan perhatian Anda. Ketika Anda menemukan pikiran Anda mengembara ke daftar hal yang harus dilakukan, kembalikan lagi," ujar Barnard.

Melakukan hubungan seks tidak hanya bicara soal alat kelamin saja, karena faktanya tubuh dipenuhi dengan banyak syaraf. Memanfaatkan zona kenikmatan seksual yang belum pernah dijelajahi dapat meningkatkan pengalaman dan potensi orgasme.

Salah satu cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan pemetaan tubuh, kata Michael Krychman. Masing-masing pasangan memetakan garis besar bagian depan dan belakang tubuh mereka, kemudian mereka menggambar pada area di mana mereka ingin disentuh, siap untuk sesuatu yang baru atau yang harus dihindari.

Dapat menggunakan kode warna, di mana hijau berarti dizinkan, merah berarti menjauh, dan kuning berarti melanjutkan dengan hati-hati. Kemudian masing-masing menjelaskan kepada yang lain apa yang mereka maksud.

Hal ini akan meningkatkan komunikasi seksual dan meningkatkan kemungkinan bahwa mereka akan mendapat jenis rangsangan yang diinginkan. Jika setiap orang memperbarui peta dari waktu ke waktu, mereka akan selalu memiliki pengalaman baru.

Lalu, mari kita hentikan mitos bahwa semua wanita hanya bisa dirangsang dari vagina saja. Sebuah studi yang diterbitkan pada 17 Februari 2018 di Journal of Sex and Marital Therapy melaporkan bahwa 18,4 persen wanita bisa orgasme hanya dengan hubungan seksual saja.

Kemudian, 36,6 persen melaporkan rangsangan klitoris diperlukan untuk orgasme selama hubungan seksual dan 36 persen menunjukkan bahwa rangsangan klitoris tidak diperlukan, tapi orgasme mereka terasa lebih baik jika klitoris mereka dirangsang selama hubungan seks.