Nilai 392 Resi Gudang di Jawa Tengah Capai Rp 76,4 Miliar

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengatakan Jawa Tengah adalah salah satu sentra produksi dengan banyak komoditas yang dapat diresigudangkan. Hal itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengembangan Sistem Resi Gudang di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (16/3/2021).

“Oleh karena itu, Jawa Tengah potensial sebagai provinsi yang mengimplementasi SRG. Di Jawa Tengah, Kemendag telah memberi bantuan 15 gudang SRG beserta fasilitasnya,” kata Wamendag Jerry.

Gudang gudang tersebut tersebar di Wonogiri, Grobogan, Kebumen, Demak (2 gudang), Pekalongan, Jepara, Cilacap, Purworejo, Brebes, Kudus (2 gudang), Blora, Banjarnegara, dan Pemalang.

Adapun Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kemendag, Sidharta Utama, menyampaikan saat ini penerbitan resi gudang di Jawa Tengah mencapai 392 resi gudang dengan nilai mencapai Rp 76,4 miliar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 248 resi gudang telah mendapatkan pembiayaan dari bank dengan nilai Rp 44,6 miliar.

“Dengan potensi pemanfaatan SRG yang demikian besar, kita harapkan peningkatan kinerja SRG di Jawa Tengah meningkat signifikan. Pada akhirnya, kesejahteraan petani serta menggerakkan pertumbuhan ekonomi di daerah yang ikut memulihkan perekonomian nasional akan meningkat,” kata Sidharta.

Menurutnya, pemanfaatan SRG di Jawa Tengah mulai dari pemanfaatan sampai pembiayaan sudah diterapkan di Wonogiri, Grobogan, Kebumen dan Cilacap. Sementara itu daerah yang masih berupaya mengimplementasi secara maksimal adalah Kudus, Jepara, Demak, Pekalongan, Purworejo, Blora, Pemalang, Banjarnegara dan Brebes.

Demikian, Kepala Bappebti Sidharta berharap, kepala daerah dapat mendukung implementasi SRG di daerah masing-masing melalui kebijakan yang mendorong pemanfaatan SRG, dukungan infrastruktur, pembentukan kelembagaan SRG, serta koordinasi aktif antarpemangku kepentingan dalam SRG.

Wamendag Optimalkan Sistem Resi Gudang Demi Stabilkan Harga Bawang

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI Jerry Sambuaga saat mengunjungi Pasar Bersehati Manado, Jumat (2/10/2020).
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI Jerry Sambuaga saat mengunjungi Pasar Bersehati Manado, Jumat (2/10/2020).

Ekosistem usaha menjadi perhatian khusus Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga ketika terjun dan bertemu langsung dengan pelaku Sistim Resi Gudang (SRG) bawang di Brebes dan Kudus pekan lalu.

Menurut Wamendag, paradigma pembangunan institusi yang terkini bukan hanya berpaku pada aspek fisik, tetapi lebih dari itu, perlu lebih berparadigma pada pembangunan ekosistem. Hal itu juga yang harus diperhatikan dalam upaya revitalisasi SRG Bawang nasional yang berpusat di Brebes.

“Ekosistem yang baik, itu yang utama. Dengan ekosistem yang baik, semua pelaku akan tertarik, nyaman dan sungguh-sungguh terjun di dalamnya. Hal ini karena ekosistem yang baik memastikan adanya relasi dan koordinasi yang lancar dan sinergis yang memungkinkan semua stake holder mendapatkan keuntungan dan manfaat,” kata Wamendag, Senin (1/2/2021).

Oleh karena itu, menurut Jerry, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah harus bekerja sama untuk menciptakan ekosistem yang baik tersebut.

Peran Pemerintah Daerah sangat penting mengingat Pemerintah Daerah yang bertindak sebagai pelaku, fasilitator sekaligus regulator SRG dalam operasional sehari-harinya. Sementara itu, Pemerintah Pusat bertindak sebagai insiator dan regulator di tingkat yang lebih makro.

Menurut Wamendag, jika SRG berkinerja baik, banyak manfaat yang bisa diambil oleh pemerintah Daerah. Khususnya dalam SRG Bawang Merah Brebes, yang akan diuntungkan adalah petani, pedagang dan Pemerintah Daerah

“Bagi petani, SRG akan memastikan jaminan pemasaran dan harga yang baik. Bagi pedagang, ini akan memudahkan mata rantai pasokan dan bagi Pemerintah daerah tentu akan memberikan kesejahteraan masyarakat dan pendapatan asli daerah,” lanjut Wamendag.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: