Nilai Akad Massal KPR BTN pada 2021 hingga April Capai Rp2,5 Triliun

Raden Jihad Akbar
·Bacaan 2 menit

VIVA – Guna mendorong pemulihan ekonomi nasional PT Bank Tabungan Negara Tbk terus menggelar akad Kredit Pemilikan Rumah (KPR) secara massal di seluruh Indonesia. Hingga saat ini, nilai kredit akad massal tersebut mencapai sekitar Rp2,5 triliun.

Akad massal digelar pada April ini untuk sebanyak 15.500 calon debitur di seluruh Indonesia. Yang, puncaknya acaranya diselenggarakan di Tabanan, Bali, hari ini.

Wakil Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu mengatakan, akad massal KPR di Bali ini merupakan kelanjutan dari yang sudah dilakukan di beberapa tempat di wilayah Jakarta. Perseroan akan terus menggelar program ini untuk memenuhi kebutuhan rumah untuk masyarakat.

"Ini adalah kampanye akad kredit yang kami lakukan agar percepatan kebutuhan rumah dapat dengan cepat terjawab dan Bali menjadi salah satu fokus untuk bagaimana dengan kegiatan akad massal ini setidaknya berdampak pada ekonomi Bali," katanya di Tabanan, Denpasar, Bali, dikutip dari keterangannya, Kamis 29 April 2021.

Baca juga: Ingin Kadin Lebih Maju, Gapensi Dukung Penuh Anindya Bakrie Jadi Ketum

Menurut Nixon, akad KPR massal BTN ini akan diselenggarakan juga pada beberapa wilayah lainnya. Saat ini BTN sedang mendata kesiapannya untuk dapat dilakukan secara serentak.

"Jadi pada hari yang sama di Tabanan dan di seluruh kantor cabang BTN di Indonesia dilakukan secara serentak akad massal KPR ini," terangnya.

Lebih lanjut Nixon mengatakan, hal menarik pada akad massal KPR ini adalah sudah mulai digunakan kompor induksi pada unit rumah yang direalisasikan oleh BTN. Sebab, Perseroan serius mendukung kemandirian energi nasional.

"Bank BTN bersinergi dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) untuk mendukung program tersebut," tuturnya.

Sebagai informasi, hingga Maret 2021, KPR Subsidi Bank BTN tercatat naik 9,04 persen secara year on year menjadi Rp122,96 triliun per kuartal I-2021. KPR Non Subsidi juga mulai menunjukkan peningkatan di level 0,2 persen yoy menjadi Rp80,15 triliun pada akhir Maret 2021.

Secara total, pertumbuhan kredit di segmen perumahan tumbuh sebesar 3,23 persen yoy menjadi Rp236,57 triliun. Nilai tersebut di proyeksi akan terus mengalami kenaikan.