Nilai Amal yang diberikan Para Miliarder

Liputan6.com, Jakarta -- Kekayaan para miliarder dunia tidak lagi bisa diragukan. Meski demikian, beberapa diantaranya kerap membagikan kekayaan mereka kepada pihak lain dalam bentuk amal.

Mengacu pada data dari peringkat miliarder yang dirilis Forbes, terdapat beberapa yang mendistribusikan uang paling banyak untuk kegiatan amal pada 2018.

“Kami hanya menghitung uang yang mencapai penerima dan mengecualikan komitmen yang belum dibayarkan, Kami juga tidak memasukkan sumbangan yang dibuat untuk yayasan amal, tetapi yayasan yang belum menghabiskan." jelas Forbes seperti mengutip laman Fox.

Ada 3 cara membandingkan amal yang diberikan para miliarder Amerika. Pertama, dilihat dari jumlah kekayaan bersih setiap tahun para miliarder itu. Kedua, pemberian jumlah dana amal tidak pasti. Misalnya, salah satu pendiri Google, Sergey Brin, Forbes mencatatnya hanya menyumbang USD 25 juta atau Rp 352 miliar pada tahun 2018.

Padahal, Chronicle of Philanthropy memperkirakan bahwa ia menyumbangkan USD 2,2 miliar atau Rp 30,8 triliun dari tahun 2000 hingga 2017. Bisa dikatakan ini merupakan jumlah yang cukup banyak. Ketiga, Forbes sengaja tak menghitung sumbangan untuk yayasan.

Forbes tak memasukkan sumbangan ke yayayasan mungkin dikarenakan distribusi yayasan jauh lebih baik terdokumentasi.

Kebanyakan miliarder memberikan sebagian kecil dari kekayaannya, dengan jumlah yang jauh lebih kecil dari penghasilannya.

Chronicle memperkirakan bahwa Jeff Bezos, orang terkaya di Amerika, menyumbangkan USD 67 juta atau Rp 944 miliar antara tahun 2000 dan 2017.

Jika ia menambahkan USD 131 juta atau Rp 1,8 triliun, yang ia berikan pada tahun 2018, totalnya masih 0,12 persen dari kekayaan bersihnya.

Hal itu sungguh disayangkan, sedangkan Bill Gates dan Warren Buffett, sebagai dua miliarder Amerika yang mampu menyumbang lebih besar, dibanding miliarder Amerika lainnya, begitu pun dengan Jeff Bezos.