Nilai Ambang Batas PPPK Guru Ada Perubahan, Simak Rinciannya

·Bacaan 7 menit

Liputan6.com, Jakarta Pelaksanaan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau PPPK guru telah dilaksanakan. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menetapkan kembali aturan nilai ambang batas PPPK 2021.

Melansir dari akun resmi Instagram Kementerian PANRB, Rabu (03/11/2021), aturan penyesuaian untuk nilai ambang batas telah tertulis dan tertuang dalam Keputusan Menteri PANRB Nomor 1169/2021.

Penyesuaian tersebut dilakukan untuk mempermudah melakukan seleksi para calon guru yang mengikuti rangkaian ujian. Selain itu, penyesuaian yang dilakukan juga terbagi tiga, yakni nilai ambang batas kategori 1, 2, dan 3.

Nilai ambang batas merupakan batasan nilai yang harus dicapai para peserta ujian agar dapat lolos ujian dan lanjut ke tahap selanjutnya.

Dengan begitu, adanya nilai ambang batas dapat membantu peserta untuk memprediksi nilai yang didapat usai mengerjakan ujian.

Setiap kategori memiliki penyesuaiannya masing-masing. Nilai ambang batas antar kategori diinisiasikan berdasarkan respons dan aspirasi dari masyarakat.

“Nilai ambang batas ini merupakan respons atas aspirasi yang diberikan masyarakat,” tulis Kemen PANRB dalam ungghannya di Instagram.

Kemudian, diterima pemerintah untuk kembali dicermati dengan mengamati kondisi lapangan, seperti melihat kesulitan para peserta yang berusia lanjut dalam mengerjakan soal kompetensi teknis.

Oleh karena itu, nilai ambang batas untuk kategori dua mengatur tentang maksimal usia yang boleh mendaftar, yaitu paling rendah di usia 50 tahun. Sementara itu, nilai ambang batas kategori 3 berfokus pada batasan nilai alternatif jika peserta tidak dapat memenuhi standar nilai pertama.

“Peraturan lengkap tentang nilai ambang batas PPPK Guru tersebut dapat diunduh di laman jdih.menpan.go.id ya!,” tulis Kemen PANRB.

Nilai Ambang Batas

Sejumlah peserta mengikuti tes SKD CPNS 2021 di Banda Aceh, Selasa (14/9/2021). Tes SKD berlangsung pada 14 -18 September 2021. (AFP/Chaideer Mahyuddin)
Sejumlah peserta mengikuti tes SKD CPNS 2021 di Banda Aceh, Selasa (14/9/2021). Tes SKD berlangsung pada 14 -18 September 2021. (AFP/Chaideer Mahyuddin)

Berikut adalah nilai ambang batas Seleksi PPPK Guru 2021.

  1. Seleksi Kompetensi Teknis: nilai kumulatif yang harus dicapai adalah 500

  2. Seleksi Kompetensi Manajerial dan Sosiokultural: nilai kumulatif maksimal adalah 200. Nilai ambang batas kategori 1 senilai 130, kategori 2 senilai 110, dan kategori 3 130

  3. Tahap Wawancara: nilai kumulatif minimal adalah 40. Nilai ambang batas kategori 1 adalah 24, kategori 2 20, dan kategori 3 yaitu 24.

Untuk dapat lulus ke tahap selanjutnya, seluruh peserta akan diberlakukan untuk mencapai nilai ambang batas kategori 1 dan memiliki peringkat terbaik.

Namun, jika tidak dapat memenuhi syarat kategori 1 dan harus mengejar alokasi kebutuhan yang belum terpenuhi, peserta yang berusia paling rendah 50 tahun saat pendaftaran akan diberlakukan nilai ambang batas kategori 2 dengan peringkat terbaik.

Kebijakan untuk peserta berusia paling rendah 50 tahun ditujukan untuk memberi apresiasi atas dedikasi dan jasanya di dunia pendidikan untuk tetap mau mengajar anak bangsa.

Ketika sudah mengikuti rangkaian ujian dan nilai ambang batas kategori 1 dan 2 masih belum terpenuhi, para peserta akan diberlakukan nilai ambang batas kategori 3 dengan peringkat terbaik.

Sebagai pemisalan, untuk kategori 3 nanti akan menyesuaikan nilai ambang batas pada seleksi kompetensi teknis saja. Guru SD yang mendapatkan nilai ambang batas Seleksi Kompetensi Teknis sebesar 270 saja akan disesuaikan kembali dari semula yang sebesar 320.

Sementara itu, nilai ambang batas kumulatif dari kompetensi manajerial, sosiokultural, dan wawancara tidak dilakukan penyesuaian.

Pembagian Nilai Ambang Batas

Peserta memasuki ruangan untuk mengikuti proses Tes Standar Kompetensi Dasar (SKD) CPNS di BKN, Jakarta, Kamis (2/9/2021). Sebanyak 800 peserta mengikuti tes yang dibagi dua sesi dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Peserta memasuki ruangan untuk mengikuti proses Tes Standar Kompetensi Dasar (SKD) CPNS di BKN, Jakarta, Kamis (2/9/2021). Sebanyak 800 peserta mengikuti tes yang dibagi dua sesi dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

TK

  • Guru Kelas: nilai ambang batas kategori 1 senilai 260, kategori 3 210

SD

  1. Agama: nilai ambang batas kategori 1 senilai 325, kategori 3 275

  2. Guru Kelas: kategori 1 320, kategori 3 270

  3. Penjasorkes: kategori 1 320, dan kategori 3 225

SMP

  1. Agama: kategori 1 325, kategori 3 275

  2. Bahasa Indonesia: kategori 1 265, kategori 3 215

  3. Bahasa Inggris, Bimbingan Konseling, dan IPA: kategori 1 270, kategori 3 220

  4. IPS: kategori 1 305, kategori 3 205

  5. Matematika: kategori 1 205, kategori 3 155

  6. Penjasorkes: kategori 1 280, kategori 3 230

  7. PPKN: kategori 1 320, kategori 3 280

  8. Prakarya: kategori 1 250, kategori 3 200

  9. Seni Budaya: kategori 1 280, kategori 3 230TIK: kategori 1 235, kategori 3 185

SLB

  • Agama: kategori 1 325, kategori 3 275

SMA

  1. Agama: kategori 1 325, kategori 3 275

  2. Antropologi: kategori 1 200, kategori 3 275

  3. Bahasa Arab: kategori 1 275, kategori 3 150

  4. Bahasa Indonesia: kategori 1 310, kategori 3 225

  5. Bahasa Inggris: kategori 1 285, kategori 3 260

  6. Bahasa Jepang: kategori 1 225, kategori 3 235

  7. Bahasa Jerman: kategori 1 270, kategori 3 175

  8. Bahasa Mandarin: kategori 1 290, kategori 3 220

  9. Bahasa Perancis: kategori 1 240, kategori 3 240

  10. Bimbingan Konseling: kategori 1 285, kategori 3 190

  11. Biologi: kategori 1 295, kategori 3 235

  12. Ekonomi: kategori 1 275, kategori 3 225-245

  13. Fisika dan Geografi: kategori 1 250, kategori 3 200

  14. Kimia dan Matematika: kategori 1 290, kategori 3 240

  15. Penjasorkes: kategori 1 270, kategori 3 220

  16. PPKN: kategori 1 320, kategori 3 270

  17. Prakarya: kategori 1 260, kategori 3 210

  18. Sejarah: kategori 1 300, kategori 3 250

  19. Seni Budaya: kategori 1 265, kategori 3 215

  20. Sosiologi: kategori 1 260, kategori 3 210

  21. TIK: kategori 1 250, kategori 3 200

SMK

  1. Agama: kategori 1 325, kategori 3 275

  2. Agribisnis Perikanan: kategori 1 285, kategori 3 235

  3. Agribisnis Tanaman: kategori 1 270, kategori 3 220

  4. Agribisnis Ternak: kategori 1 295, kategori 3 245

  5. Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian: kategori 1 305, kategori 3 255

  6. Akuntansi dan Keuangan Lembaga: kategori 1 285, kategori 3 235

  7. Animasi: kategori 1 290, kategori 3 240

  8. Antropologi: kategori 1 200, kategori 3 150

  9. Bahasa Arab: kategori 1 275, kategori 3 225

  10. Bahasa Indonesia: kategori 1 310, kategori 3 260

  11. Bahasa Inggris: kategori 1 285, kategori 3 235

  12. Bahasa Jepang: kategori 1 225, kategori 3 175

  13. Bahasa Jerman: kategori 1 270, kategori 3 220

  14. Bahasa Mandarin: kategori 1 290, kategori 3 240

  15. Bahasa Perancis: kategori 1 240, kategori 3 190

  16. Bimbingan Konseling: kategori 1 285, kategori 3 235

  17. Biologi: kategori 1 295, kategori 3 245

  18. Broadcasting dan Perfilman: kategori 1 260, kategori 3 210

  19. Busana: kategori 1 295, kategori 3 245

  20. Desain dan Produksi Karya, dan Desain Komunikasi Visual: kategori 1 220, kategori 3 170

  21. Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan: kategori 1 260, kategori 3 210

  22. Ekonomi: kategori 1 275, kategori 3 225

  23. Fisika: kategori 1 250, kategori 3 200

  24. IPA: kategori 1 285, kategori 3 235

  25. Kehutanan: kategori 1 250, kategori 3 200

  26. Kimia: kategori 1 295, kategori 3 240

  27. Kimia Analis: kategori 1 275, kategori 3 225

  28. Konstruksi dan Perawatan Bangunan Sipil: kategori 1 305, kategori 3 225

  29. Kuliner: kategori 1 235, kategori 3 185

  30. Layanan Kesehatan: kategori 1 325, kategori 3 275

  31. Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis: kategori 1 285, kategori 3 235

  32. Matematika: kategori 1 290, kategori 3 240

  33. Nautika Kapal Niaga: kategori 1 275, kategori 3 225

  34. Nautika Kapal Penangkapan Ikan: kategori 1 295, kategori 3 245

  35. Pekerjaan Sosial: kategori 1 265, kategori 3 215

  36. Pemasaran: kategori 1 285, kategori 3 235

  37. Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim: kategori 1 305, kategori 3 255

  38. Penjasorkes: kategori 1 270, kategori 3 220

  39. Perhotelan: kategori 1 320, kategori 3 270

  40. Seni Pertunjukan: kategori 1 270, kategori 3 220

  41. Seni Rupa: kategori 1 235, kategori 3 185

  42. Sosiologi: kategori 1 260, kategori 3 210

  43. Spa dan Kecantikan: kategori 1 295, kategori 3 245

  44. Teknik Elektronika: kategori 1 290, kategori 3 210

  45. Teknik Energi Terbarukan: kategori 1 250, kategori 3 200

  46. Teknik Furnitur: kategori 1 255, kategori 3 205

  47. Teknik Geologi Pertambangan: kategori 1 270, kategori 3 220

  48. Teknik Geospasial: kategori 1 250, kategori 3 200

  49. Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi: kategori 1 280, kategori 3 230

  50. Teknik Ketenagalisrikan: kategori 1 285, kategori 3 235

  51. Teknik Kimia Industri: kategori 1 250, kategori 3 200

  52. Teknik Konstruksi dan Perumahan: kategori 1 280, kategori 3 230

  53. Teknik Konstruksi Kapal: kategori 1 245, kategori 3 195

  54. Teknik Laboratorium Medik: kategori 1 275, kategori 3 225

  55. Teknik Logistik: kategori 1 300, kategori 3 250

  56. Teknik Mesin: kategori 1 275, kategori 3 225

  57. Teknik Otomotif: kategori 1 245, kategori 3 195

  58. Teknik Pengelolaan dan Fabrikasi Logam:kategori 1 285, kategori 3 235

  59. Teknik Perawatan Gedung: kategori 1 260, kategori 3 210

  60. Teknik Perminyakan: kategori 1 325, kategori 3 275

  61. Teknik Pesawat Udara: kategori 1 290, kategori 3 240

  62. Teknik Tekstil: kategori 1 230, kategori 3 180

  63. Teknik Kapal Penangkapan Ikan: kategori 1 280, kategori 3 230

  64. Teknologi Farmasi:kategori 1 265, kategori 3 215

  65. TIK: kategori 1 250, kategori 3 200

  66. Usaha Layanan Pariwisata: kategori 1 300, kategori 3 250

Reporter: Caroline Saskia

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel