Nilai Bitcoin Anjlok, Coinbase Blak-blakan Bakal Dukung Dogecoin

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Investor Bitcoin dan cryptocurrency masih terguncang, buntut market cap pasar kripto melayang USD 300 miliar. Harga bitcoin bergerak turun tajam minggu ini, menyeret turun pasar cryptocurrency hingga USD 2,2 triliun. Hal ini menyusul pernyataan bos Tesla, Elon Musk yang mengumumkan menghentikan penggunaan bitcoin dalam pembelian mobil Tesla.

Kepala eksekutif Coinbase yang berbasis di San Francisco, mengungkapkan dukungannya kepada dogecoin dan akan membantu dogecoin untuk pulih.

"Kami berencana untuk mendaftarkan doge dalam enam hingga delapan minggu ke depan," kata CEO Coinbase Brian Armstrong, dilansir dari Forbes, Minggu (16/5/2021).

Armstrong menambahkan, perusahaan yang baru-baru ini terdaftar di Nasdaq itu akan berusaha untuk mempercepat adopsi aset digital baru. Sejalan dengan visinya untuk menjadikan Coinbase sebagai "App Store" untuk cryptocurrency.

“Coinbase akan difokuskan pada bagaimana kita dapat mempercepat penambahan aset di masa depan. Ada lebih banyak aset yang dibuat dalam ekonomi kripto… Jadi kami melakukan banyak pekerjaan dan memikirkan bagaimana kami mempercepat laju penambahan aset kami. Salah satunya adalah doge, yang belakangan ini mendapatkan banyak perhatian," kata Amstrong.

Harga dogecoin tercatat naik 14.605 persen sejak awal 2021. DIpicu reli yang dipimpin oleh investor ritel lewat aplikasi Robinhood.

Dukungan Robinhood terhadap dogecoin telah membantu volume perdagangan dogecoin, menyaingi bitcoin dan token utama lainnya dalam beberapa bulan terakhir. Ini juga dipicu cuitan yang dilontarkan orang-orang terkenal, seperti Elon Musk dan dan selebriti terkenal lainnya, mendorong dogecoin berada di level lebih tinggi.

Saat Elon Musk Kritik Dampak Penambangan Bitcoin

Elon Musk. (AFP/Tobias SCHWARZ)
Elon Musk. (AFP/Tobias SCHWARZ)

Elon Musk melontarkan kritiknya terhadap Bitcoin. Kendati ia mengaku percaya pada mata uang digital, tetapi penambangan mata uang kripto yang tidak ramah lingkungan diakuinya telah melebihi manfaatnya.

Elon Musk menyampaikan kekhawatiran dalam cuitan di Twitter pada Kamis, 13 Mei 2021 tentang penggunaan besar-besaran batu bara dan energi intensif karbon lainnya untuk menghasilkan listrik yang diperlukan untuk menambang mata uang digital. Dia juga mengulangi seruannya untuk pajak penggunaan karbon dalam tweet terpisah.

"Untuk memperjelas, saya sangat percaya pada crypto, tetapi itu tidak dapat mendorong peningkatan besar-besaran dalam penggunaan bahan bakar fosil, terutama batu bara,” tulis Elon Musk seperti dikutip, ditulis Sabtu, (15/5/2021).

Sebelumnya, CEO Tesla Inc itu mengunggah grafik dari University of Cambridge yang menunjukkan lonjakan konsumsi listrik Bitcoin tahun ini. Cuitan ini menyusul keputusannya untuk menangguhkan metode pembelian mobil Tesla menggunakan Bitcoin.

Pada Februari 2021, Tesla mengatakan telah membeli USD 1,5 miliar dalam Bitcoin dan berencana menerimanya sebagai alat pembayaran. Hal ini memicu reli di sahamnya sendiri serta mata uangnya. Akan tetapi, perubahan arah pada Rabu mengirim nilai itu dan mata uang kripto lainnya meluncur.

Bitcoin tetap tidak jauh dari level terendah sehari setelah tweet terbaru Musk. Mata uang kripto terbesar turun sekitar 9 persen menjadi USD 49.700 pada 17:30 Di New York, meskipun dari posisi terendah sekitar USD 46.000 tercapai sebelumnya.

Dilansir dari Bloomberg, Musk telah menjadi juara perusahaan awal dalam mengadopsi mata uang digital dan telah membantu memacu popularitas Dogecoin, mata uang kripto yang dimulai sebagai lelucon pada 2013.

Saham Tesla naik 0,3 persen dalam perdagangan pasca pasar setelah ditutup turun 3,1 persen menjadi USD 571,69. Sahamnya turun sekitar 19 persen tahun ini.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: