Nilai Ekonomi BRI Liga 1 Diprediksi Mencapai Rp 1 Triliun

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Pelaksanaan BRI Liga 1 dinilai membawa dampak ekonomi yang cukup signifikan meski digelar tanpa penonton. Diprediksi nilai ekonomi industri sepak bola untuk liga utama BRI Liga 1 saja dapat mencapai Rp 1 triliun.

Hal ini diungkapkan Peneliti Lembaga Penyelidikan Ekonomi & Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM UI), Mohamad Dian Revindo.

BRI Liga 1, sebagai kompetisi kasta tertinggi sepak bola diputuskan kembali berjalan pada akhir Agustus 2021. Keberadaan liga ini disebut menguntungkan banyak pihak, termasuk klub, pemain dan suporter.

“Jika sepak bola dianggap sebagai sebuah industri jasa hiburan atau tontonan, maka produk akhirnya ada dua, yaitu acara siaran pertandingan di layar kaca (baik yang berbasis televisi maupun internet) dan acara tontonan di stadion. Maka estimasi saya untuk liga utama saja cukup lumayan,” ungkap Revindo dalam keterangannya, Rabu (10/11/2021).

Hitungannya, untuk produk akhir berupa hiburan tontonan televisi, perputaran uang berada pada industri penyiaran, periklanan dan teknologi informasi. Sebelum pandemi, nilai ekonominya mencapai total Rp 750 miliar.

Sedangkan untuk produk akhir berupa hiburan tontonan stadion, nilai ekonominya diperkirakan sekitar Rp 300 miliar dalam satu musim kompetisi.

Dari penjelasan tersebut, nilai ekonomi sepak bola sebagai hiburan layar kaca justru jauh lebih besar daripada tontonan di stadion.

Sehingga, walaupun penonton belum diizinkan memasuki stadion pada BRI Liga 1 2021/2022, bukan berarti kompetisi ini tidak menarik secara ekonomi.

Adapun bila penonton bisa kembali ke stadion, potensi ekonomi BRI Liga 1 diprediksi akan meningkat, melihat banyaknya UMKM yang terbantu dengan mobilitas massa di sekitar stadion.

Revindo kemudian menguraikan bahwa pandemi yang menghambat mobilitas fisik manusia di seluruh dunia membuat orang banyak mengandalkan hiburan layar kaca.

Tidak heran jika menurut lembaga eMarketer pengeluaran iklan di seluruh dunia tidak terlalu terpengaruh selama pandemi meskipun sebagian dunia usaha lesu.

Pengeluaran iklan secara global untuk platform tradisional (TV, radio, reklame, billboard, dan koran) pada 2020 hanya turun 1,2 persen dibanding 2019.

Pengeluaran iklan pada platform digital justru tumbuh 12,7 persen pada 2020 dan pada 2021 diperkirakan tumbuh 20,4 persen.

Pengembangan iklim sepak bola nasional

Pemain Persib Bandung, Zalnando (tengah) berebut bola dengan pemain Persipura Jayapura, Da Conceicao Hedipo Gustavo (kiri) dalam laga pekan ke-10 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (30/10/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Pemain Persib Bandung, Zalnando (tengah) berebut bola dengan pemain Persipura Jayapura, Da Conceicao Hedipo Gustavo (kiri) dalam laga pekan ke-10 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (30/10/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Bergulirnya BRI Liga 1 setelah sekian lama terhenti dinilai menandakan bahwa industri sepak bola nasional memiliki daya tahan yang cukup untuk menghadapi pandemi.

Selain dari sisi ekonomi, kembalinya liga merupakan sebuah momentum yang dapat mendorong terciptanya ekosistem sepak bola nasional yang lebih kondusif dan berkualitas.

“Kesempatan baik tersebut harus dimanfaatkan dengan memperbaiki kualitas pertandingan dan kemasan tayangan. Adapun wacana mengenai kembalinya penonton di stadion pada awal 2022 dapat dianggap sebagai bonus saja jika diperbolehkan,” tambah Revindo.

Pengembangan iklim industri sepak bola nasional bukan merupakan proses yang instan. Hal tersebut merupakan proses jangka panjang, yang bahkan memakan waktu hingga puluhan tahun.

Adanya pandemi berpotensi menghambat proses tersebut, ditambah beberapa negara sudah banyak yang memulai liga lebih dulu.

Jalannya BRI Liga 1 dapat menjadi upaya untuk menjaga kualitas dan nilai ekonomi dari sepak bola Indonesia. Potensi yang besar tersebut tentunya harus didukung oleh keberlanjutan liga dan turnamen yang fairplay.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel