Nilai Indeks Demokrasi Indonesia 2012 Capai 5,27

Jakarta (ANTARA) - Nilai agregat indeks demokrasi Indonesia pada 2012 tercatat mencapai 5,27, yang sedikit meningkat dari indeks 2011 sebesar 4,99, demikian hasil riset Puskapol UI dan Lembaga Kajian Demokrasi dan Hak Asasi (Demos).

Indeks demokrasi tersebut terbagi atas dua variabel utama, liberalisasi dan ekualisasi.

"Kedua variabel utama tersebut sama-sama memiliki skor yang cukup rendah, dimana liberalisasi memiliki skor indeks sedikit lebih tinggi, yaitu 5,49, daripada indeks ekualisasi, yaitu 4,50," kata salah satu anggota tim peneliti Dirga Ardiansa di Jakarta, Kamis.

Kondisi tersebut bisa diartikan bahwa liberalisasi sudah dirasakan oleh kelompok masyarakat, namun itu tidak diimbangi dengan kesetaraan dalam mengakses sumber daya dan kekuasaan.

Penelitian indeks liberalisasi dan ekualisasi itu dilakukan dengan mempertimbangkan tiga aspek, yaitu politik, ekonomi dan masyarakat sipil.

Dari ketiga aspek tersebut, politik memegang skor tertinggi dengan pencapaian indeks 6,16, sementara aspek ekonomi masih menjadi indeks terendah seperti 2011 dengan pencapaian 4,21.

Metode penelitian tersebut melibatkan 54 responden, yaitu ahli politik, ahli ekonomi dan ahli masyarakat sipil, dengan masing-masing berjumlah 18 orang.

Penentuan responden tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan tiga hal, yakni berdasarkan bidang keahlian (politik, ekonomi dan masyarakat sipil), posisi pemerintah (pro, moderat dan anti), serta peran di masyarakat (akademisi, praktisi dan pengambil kebijakan).(rr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.