Nilai Rupiah Terpuruk Karena Terlalu Banyak Impor

  • Dahlan dianggap bikin blunder melebur BTN-Mandiri

    Dahlan dianggap bikin blunder melebur BTN-Mandiri

    Merdeka.com
    Dahlan dianggap bikin blunder melebur BTN-Mandiri

    MERDEKA.COM. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan meneruskan gagasan yang sudah dicetuskan sejak era Menteri Tanri Abeng, yakni meleburkan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) menjadi anak usaha PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Keduanya adalah bank pelat merah yang telah melantai di bursa saham. …

  • IPW Temukan Kejanggalan Akuisisi BTN oleh Mandiri

    Antara

    Jakarta (Antara) - Indonesia Property Watch menemukan kejanggalan rencana akuisisi atau mengalihkan saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) oleh pemerintah kepada PT Bank Mandiri TBK. "Banyak kejanggalan, pertama, sebelum ada rencana akuisisi ini, `fit and proper test` (uji kelayakan dan kepatutan) ini masih belum matang, tiba-tiba penggantinya ada dan ada surat dari Kementerian BUMN," kata DIrektur Eksekutif IPW Ali Tranghanda dalam sebuah diskusi di Jakarta, Senin. ... …

  • Agus Marto: BI Hanya Awasi Prudensial

    Agus Marto: BI Hanya Awasi Prudensial

    TRIBUNnews.com
    Agus Marto: BI Hanya Awasi Prudensial

    TRIBUNNEWS.COM - Agus menyerahkan hal tersebut kepada Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan …

JAKARTA, TRIBUNNEWS - Direktur  Indonesia for Global Justice (IGJ), Salamuddin Daeng menyebut terus merosotnya nilai tukar rupiah belakangan ini disebabkan tingginya jumlah impor. Hal itu mempengaruhi produksi domestik yang memicu merosotnya nilai rupiah.

"Pemicunya ini adalah gecarnya impor yang dilakukan, sehingga produksi dalam negeri merosot," ujar Salamuddin dalam diskusi bertajuk "Tata Kelola Yang Adil Bagi Rakyat" di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (23/8/2013).

Ia juga menilai pernyataan yang menyebut nilai dolar Amerika yang menguat merupakan penyebab nilai tukar rupiah terus melemah adalah pernyataan yang salah. ia menilai, pernyataan itu menutup mata akan penyebab sebenarnya dari merosotnya nilai rupiah.

"Memang benar dolar (AS) menguat pada rupiah, tapi kan nyatanya rupiah juga turun terhadap mata uang asing yang lain seperti EURO, dolar Hongkong. Jadi itu hanya untuk cari pembenaran  saja," tandasnya.

Pada hari Kamis (22/8/2013) rupiah mencapai Rp 11,027 per dolar AS atau melemah sebanyak 252 atau 2,33 persen jika dibandingkan pada Rabu (21/8/2013), dimana pergerakan nilai tukar rupiah mencapai Rp 10,770 per dolar Amerika. Pada Jumat (23/8/2013) di sejumlah perdagangan, rupaih bahkan telah menyentuh nilai tukuar Rp 11.300 per dolar Amerika.

Baca Juga:

Golkar: Pemerintah Terlambat Antisipasi Pelemahan Rupiah

Rupiah Kok Makin Loyo Sambut Pidato SBY

OJK Dinilai Gegabah Kalau Terapkan Buy Back Saham

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...