Nilai Tukar Rupiah Menguat karena Investor Kembali Koleksi Aset Berisiko

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditransaksikan antarbank menguat pada perdagangan jelang tutup 2021. Rupiah menguat karena kekhawatiran pelaku pasar terhadap Omicron sedikit mereda.

Nilai tukar rupiah pada Kamis (30/12/2021) pagi, bergerak menguat 6 poin atau 0,04 persen ke posisi 14.250 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya 14.256 per dolar AS.

"Nilai tukar rupiah mungkin berbalik menguat pada perdagangan hari ini dengan kembalinya minat pasar terhadap mata uang yang lebih berisiko," kata pengamat pasar uang Ariston Tjendra dikutip dari Antara, Kamis (30/12/2021).

Indeks dolar AS terlihat dalam tekanan yaitu turun 0,28 persen pada perdagangan Rabu 29 Desember 2021. Kekhawatiran pelaku pasar terhadap Omicron sedikit mereda.

Tapi di sisi lain, lanjut Ariston, dari dalam negeri pelaku pasar mungkin masih mewaspadai perkembangan penularan lokal Omicron.

"Bila ada aturan pembatasan kegiatan yang lebih ketat, ini bisa memberikan tekanan ke rupiah," ujar Ariston.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Kasus Covid-19 di Indonesia

Karyawan menunjukkan uang dolar AS dan rupiah di Jakarta, Rabu (30/12/2020). Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 80 poin atau 0,57 persen ke level Rp 14.050 per dolar AS. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Karyawan menunjukkan uang dolar AS dan rupiah di Jakarta, Rabu (30/12/2020). Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 80 poin atau 0,57 persen ke level Rp 14.050 per dolar AS. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sementara itu, jumlah kasus harian COVID-19 di Tanah Air pada Rabu (29/12) mencapai 194 kasus sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 4,26 juta kasus.

Sedangkan jumlah kasus meninggal akibat terpapar COVID-19 mencapai 10 kasus sehingga totalnya mencapai 144.081 kasus.

Adapun untuk jumlah kasus sembuh bertambah sebanyak 270 kasus sehingga total pasien sembuh mencapai 4,11 juta kasus. Dengan demikian, total kasus aktif COVID-19 mencapai 4.528 kasus.

Untuk vaksinasi, jumlah masyarakat yang sudah disuntik vaksin dosis pertama mencapai 158,96 juta orang dan vaksin dosis kedua 112,28 juta orang dari target 208 juta orang yang divaksin.

Ariston mengatakan rupiah hari ini akan bergerak menguat di kisaran 14.220 per dolar AS dengan level resisten di kisaran 14.280 per dolar AS.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel