Nilainya Rp 140 T, Pemerintah Incar Uang Liburan Turis Lokal Saat ke Luar Negeri

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah ingin terus menggaet wisatawan atau turis domestik berlibur ke dalam negeri saja. Apalagi, turis lokal menghabiskan USD 10 miliar saat pelesir ke luar negeri sebelum masa pandemi Covid-19.

Potensi nilai ini yang ingin dikejar pemerintah. Ini diungkapkan, Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenko Maritim dan Investasi (Kemenko Marves) Odo RM Manuhutu.

"Sekarang sedang dikembangkan bagaimana agar USD 10 miliar yang biasanya dikeluarkan di luar negeri oleh wisatawan Indonesia didorong tetap di domestik kita," jelas Odo seperti melansir Antara, Jumat (19/2/2021).

Odo mengatakan untuk menggenjot kunjungan wisatawan domestik berwisata di dalam negeri, pemerintah tengah mempersiapkan Gerakan Nasional Bangga Berwisata di Indonesia.

Kampanye tersebut juga merupakan lanjutan dari kampanye Bangga Buatan Indonesia untuk membeli produk kreatif karya anak bangsa.

Menurut Odo, sektor pariwisata yang terpukul karena pandemi Covid-19 mempengaruhi pertumbuhan ekonomi secara nasional. Oleh karena itu, pemulihan di sektor pariwisata diharapkan pula dapat ikut mendorong pemulihan ekonomi secara nasional.

Jurus Pemerintah

Anggota Perempuan Pelestari Budaya Indonesia menari Bali dalam Fashion Show Virtual di Jakarta, Sabtu (21/11/2020). Acara ini bertemakan #BalikemBali bertujuan eksplorasi yakni mengangkat kembali minat wisatawan lokal maupun mancanegara untuk berkunjung ke Bali. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Anggota Perempuan Pelestari Budaya Indonesia menari Bali dalam Fashion Show Virtual di Jakarta, Sabtu (21/11/2020). Acara ini bertemakan #BalikemBali bertujuan eksplorasi yakni mengangkat kembali minat wisatawan lokal maupun mancanegara untuk berkunjung ke Bali. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Senada, Staf Ahli Bidang Pembangunan Berkelanjutan dan Konservasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Frans Teguh, menuturkan strategi mendorong wisatawan domestik menjadi salah satu cara yang ditempuh untuk tetap bisa menggerakkan sektor pariwisata saat ini.

Selain itu penerapan protokol CHSE (Cleanliness, Health, Safety, dan Environment Sustainability), dan mendorong arah baru pengembangan pariwisata di tengah pandemi.

"Misalnya kecenderungan pilihan nature based, sport tourism, adventure dan marine (pariwisata berbasis alam, olahraga, petualangan dan bahari). Ini bagian dari cara kita memastikan pengalaman wisata benar-benar bisa jadi kekuatan atau sense of place dari daerah yang akan kita kembangkan," jelas dia.

Frans menambahkan, sebagai bisnis kepercayaan, perlu ada optimisme dan harapan bahwa sektor pariwisata akan segera bangkit meski dengan sejumlah syarat seperti percepatan vaksinasi dan penerapan CHSE.

Menurut dia, upaya-upaya yang dilakukan pemerintah merupakan langkah untuk membangun lingkungan pariwisata yang kondusif. Dengan demikian, akan tetap ada pertumbuhan wisatawan di tengah masa yang menantang ini meski tidak sebesar pertumbuhan di waktu sebelumnya.

"Ini upaya kita bangun lingkungan lebih kondusif sehingga magnitude pariwisata yang diukur dari apakah ada pertumbuhan wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara, saya harus katakan ya. Tapi tentu tidak akan sedrastis pencapaian-pencapaian dalam waktu tertentu," katanya.

Saksikan Video Ini