Nirina Zubir Pakai Konsep 'Main Layangan' Dalam Mendidik Anak, Seperti Apa?

Fimela.com, Jakarta Setiap orangtua pasti punya caranya sendiri untuk urusan mendidik anak. Aktris peran Nirina Zubir yang kini hidup dengan dua anaknya yang beranjak besar pun memiliki konsep tersendiri untuk urusan tersebut. Istri dari Ernest Cokelat itu mengatakan jika caranya mendidik anak-anak tak ubahnya seperti bermain layang-layang.

Hal itu disampaikan Nirina Zubir saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, belum lama ini. Pernyataan tersebut dilontarkan perempuan 42 tahun itu berkaitan dengan perannya sebagai ibu di film Keluarga Cemara 2.

"Aku didik anak itu seperti gimana ya, main layangan sih. Ada ototiternya, ada pertemanannya, ada saatnya aku dengerin anak. Jadi kayak main layangan, kadanf kenceng kadang rendah," ungkap Nirina Zubir.

Tak Ingin Terlalu Asik

Bukan hanya itu, Nirina pun sangat mengatur dengan ketat pola makannya. Menghindari asupan yang mengandung tepung menjadi hal utama yang dilakukan Nirina dalam beberapa waktu belakangan ini. (Bambang E.Ros/Bintang.com)
Bukan hanya itu, Nirina pun sangat mengatur dengan ketat pola makannya. Menghindari asupan yang mengandung tepung menjadi hal utama yang dilakukan Nirina dalam beberapa waktu belakangan ini. (Bambang E.Ros/Bintang.com)

Bukan tanpa alasan, Nirina mengakui jika pada dasarnya ia ingin menjadi ibu yang bisa menjadi teman untuk anak-anaknya. Namun, hal itu juga tetap dilandasi dengan beberapa ketegasan terkait hal-hal yang prinsipal agar sang anak tak terlalu melewati batas terhadap norma-norma yang berlaku di lingkungan.

"Aku mencoba jadi orangtua seperti itu, pengennya asik tapi kalau terlalu asik kadang-kadang mungkin ada titik kebablasan, aku nggak mau itu. Tetap kita orang Asia, kita beragama, menghormati yang lebih tua, sopan santun itu penting sekali," lanjutnya kemudian.

Tak Juga Terlalu Tegas

Nirina Zubir. (Foto: Instagram @nirinazubir_)
Nirina Zubir. (Foto: Instagram @nirinazubir_)

Namun, Nirina melanjutkan dalam rangka menanamkan nilai-nilai kebaikan pada sang anak, Nirina pun tak ingin menjadi sosok yang terlalu otoriter. Sebisa mungkin, ia menghindari meluapkan amarah di depan anak dan memilih jalan komunikasi untuk membahas hal-hal yang dianggap penting untuk meluruskan kesalahan anak-anaknya.

"Tapi aku tuh setegas-tegasnya aku, anak-anak ngerti. Aku tuh nggak pernah yang terlalu kencang banget tapi kalau aku udah kencang berarti anak-anak udah tahu bahwa aku udah marah banget. Aku cuma bilang, 'sini duduk selesaiin'. Intinya tetap kita menjadi orangtua mencoba menjadi yang terbaik, tapi senyaman mungkin kitanya, nggak terpaksa kata orang kayak gimana karena setiap orang personality-nya beda-beda," pungkas Nirina Zubir.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel