Nissan Juke di Indonesia, Aman atau?

Ghiboo.com - Nissan Indonesia sedang menjadi sorotan. Insiden terbakarnya Nissan Juke Sabtu (10/3) dini hari setelah menabrak tiang reklame di Jalan Sudirman Jakarta, dikait-kaitkan media dengan langkah penarikan kembali (recall) mini SUV tersebut di sejumlah negara pada Februari lalu.


Kamis 23 Februari 2012 , Nissan Jepang memang sempat mengumumkan penarikan sekitar 250.000 produknya dari berbagai model di seluruh dunia karena alasan sensor longgar yang dapat menyebabkan kebocoran bahan bakar.


Model model yang mengalami masalah itu diantaranya Nissan Juke buatan Jepang dan Inggris, Serena, Patroli, Infiniti M hingga Micra pabrikan India.


Menanggapi pemberitaan tersebut Vice President Sales dan Marketing Nissan Indonesia Teddy Irawan menegaskan kalau Juke untuk pasar Indonesia bukanlah menjadi salahsatu model yang direcall.


"Sudah jelas, yang terkena recall adalah Nisan Juke 1600 cc dengan Turbo. Di Indonesia Juke yang beredar yang 1500 cc, " ungkap Teddy saat dihubungi Ghiboo.com, Senin (12/3) melalui sambungan telepon.


Teddy, mengaku belum mengetahui jelas mengenai penyebab pasti terbakarnya Juke, yang menewaskan pengendaranya, seorang model sampul Olivia Dewi (17) tersebut. Namun, diluar isu "recall", Tedy melihat kecelakaan yang menyebabkan mobil terbakar bisa terjadi pada mobil jenis apapun. "Mobil itu pada dasarnya mengandung bahan bakar yang mudah terbakar," jelasnya.


Ketika disinggung mengenai standar pengecekan keamanan Juke, yang hingga kini sudah terjual hingga 10 ribuan di di Indonesia, Teddy berkata kalau Nissan tidak main main dan sudah memiliki standar baku terkait itu.


"Nissan adalah perusahaan yang transparan jika memang ada masalah pada mobilnya. Nissan juga serius dalam memproduksi kendaraanya, dan memiliki standar baku yang melibatkan banyak R&D (Research and Development)," ungkap Teddy kembali.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.