NOC Indonesia Akomodir Permintaan Eko Yuli Soal Pelatih

Pratama Yudha
·Bacaan 2 menit

VIVAKomite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) telah bergerak menengahi polemik yang melibatkan Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) dengan lifter nasional Eko Yuli Irawan.

NOC Indonesia bersedia memfasilitasi permintaan Eko Yuli soal pemenuhan haknya tampil di Olimpiade Tokyo dan masalah pelatih Lukman demi memuluskan langkah Merah Putih berjaya di pesta olahraga terakbar se-dunia itu, yang dihelat pada musim panas mendatang.

Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal NOC Indonesia, Ferry Kono. Keputusan ini diambil dengan berbagai pertimbangan setelah NOC Indonesia bertemu dengan Eko Yuli pada akhir Maret lalu.

Kendati demikian, NOC Indonesia tak hanya sekadar memberikan bantuan. Mereka juga menegur keras sikap Eko yang mangkir dari panggilan untuk mengikuti pemusatan latihan nasional.

“Dalam minggu ini, NOC Indonesia akan mengirim surat undangan kepada Coach Lukman untuk membantu melatih Eko. Jika kemudian Eko menjalani latihan terpisah itu masalah teknis. Sebab, kita harus tahu Eko juga tetap ditangani dan mendapat program dari pelatih untuk persiapan menuju Olimpiade Tokyo,” kata Ferry dalam keterangan tertulis NOC Indonesia yang diterima VIVA.

Kesalahpahaman Eko dan PB PABSI sudah terjadi sejak Januari lalu. Puncaknya Eko memutuskan meninggalkan Pelatnas Kwini, Jakarta, saat tahu PB PABSI membatalkan komitmen untuk memanggil Lukman sebagai pelatihnya. Sementara, PB PABSI menilai memiliki pertimbangan sendiri untuk tidak memenuhi permintaan tersebut.

“Yang patut disyukuri berdasarkan koordinasi NOC Indonesia, PABSI, dan Eko disimpulkan memang selama ini tak ada yang dikeluarkan dari pelatnas. Eko juga sudah sepakat berlatih kembali,” ujar Ferry.

Saat ini, Eko memang sudah berlatih kembali. Namun, dia memilih untuk latihan mandiri di salah satu gym di kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno, yakni Empire Fit Club. Lifter 31 tahun itu sedang fokus memulihkan total angkatan sembari menurunkan berat badan untuk tampil di kelas 61 kg.

Terkait pembiayaan, Ferry mengatakan NOC Indonesia bakal bergerak mencari sponsor guna memenuhi kebutuhan permintaan pelatih bagi Eko menuju Olimpiade Tokyo.

“Jadi, keberadaan Coach Lukman adalah pelatih NOC Indonesia, bukan PB PABSI,” kata Ferry.

Sebagai informasi, Lukman adalah pelatih yang mengantarkan Eko merebut medali perunggu di Olimpiade 2008 Beijing dan Olimpiade 2012 London. Saat ini, Lukman menjadi pelatih angkat besi Thailand. Namun, lifter Negeri Gajah Putih dipastikan tak akan tampil di Olimpiade karena Federasi Angkat Besi Amatir Thailand (TAWA) sedang
menjalani sanksi larangan bertanding hingga 7 Maret 2022.