NOC Indonesia ingin pencak silat dan sepak takraw ke Olimpiade 2032

Gilang Galiartha
·Bacaan 2 menit

Presiden Komite Olimpiade Nasional (NOC) Indonesia Raja Sapta Oktohari berambisi membawa dua cabang olahraga asal Indonesia, yaitu pencak silat dan sepak takraw agar dapat dipertandingkan pada Olimpiade 2032 seandainya Indonesia terpilih menjadi tuan rumah pesta olahraga terakbar sejagad itu.

Pria yang akrab disapa Okto itu menyebut kehadiran dua cabor tersebut berpotensi menjadi lumbung medali bagi Indonesia ketika menjadi tuan rumah nanti.

"Pencalonan kita jadi tuan rumah Olimpiade 2032 tentu harus ada nomor-nomor yang diandalkan Indonesia. Cabor wajib yang diminta IOC (Komite Olimpiade Internasional) ada 28, plus lima cabor tambahan yang akan kami dorong untuk cabor dan nomor potensi medali," kata Okto dalam siaran pers yang diterima Jumat.

Baca juga: KOI awali kunjungan ke IOC bahas bidding tuan rumah Olimpiade 2032

Okto berharap induk organisasi pencak silat (PB IPSI) dan sepak takraw (ISTAF) bisa proaktif menjalin komunikasi untuk membuka kemungkinan kedua cabang olahraga itu ditampilkan di Olimpiade 2032.

Menurutnya, kedua induk organisasi cabang olahraga tersebut harus bergerak cepat mengingat Indonesia hanya mempunyai waktu 12 tahun untuk menyusun berbagai rencana demi mewujudkan impian mempertandingkan kedua cabang olahraga itu di Olimpiade 2032.

Meski begitu, NOC bersama dengan pemerintah masih harus memastikan bahwa Indonesia lolos bidding tuan rumah Olimpiade 2032 yang akan dilakukan hingga 2023 sebelum IOC menentukan negara terpilih pada 2024 mendatang.

Indonesia akan bersaing dengan Australia, Jerman, Unifikasi Korea, Qatar, dan India sebagai kandidat tuan rumah Olimpiade 2032.

"Kita cuma punya waktu 12 tahun. Semoga komunikasi itu bisa efektif supaya keinginan untuk keduanya tampil di Olimpiade 2032 bisa terwujud," kata Okto.

"Kedua federasi cabor itu juga harus punya planning atau roadmap yang inline dengan NOC untuk memuluskan niatan tersebut," ujarnya menambahkan.

Baca juga: KOI pastikan pelaksanaan Olimpiade 2032 hemat biaya
Baca juga: Presiden: Pencalonan tuan rumah Olimpiade bukan untuk "gagah-gagahan"


Keinginan untuk mempertandingkan olahraga asli Indonesia juga sebelumnya sempat disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali. Ia bahkan menargetkan pencak silat dapat menjadi salah satu cabang olahraga yang masuk ekshibisi Olimpiade 2024 Paris.

"Kami mempunyai target bagaimana pencak silat bisa melakukan ekshibisi di Olimpiade Paris 2024. Insyaallah kami akan dorong untuk masuk ke cabang ekshibisi," kata Menpora Zainudin Amali, Oktober lalu.

Upaya tersebut dilakukan bukan tanpa alasan. Pasalnya, apabila bela diri asli Indonesia itu berhasil masuk ekshibisi Olimpiade 2024 Paris, maka kesempatan pencak silat agar diakui sebagai cabang resmi Olimpiade semakin terbuka lebar.

Jangka panjangnya, pencak silat diharapkan sudah menjadi cabang resmi yang dipertandingkan di ajang empat tahunan terakbar itu seandainya Indonesia lolos menjadi tuan rumah Olimpiade 2032.

"Kalau sudah masuk eksibisi, tinggal mendorong untuk dipertandingkan sehingga target saya ketika Olimpiade 2032 itu sudah jadi cabang resmi yang dipertandingkan di olimpiade," pungkasnya.

Baca juga: NOC Indonesia cari solusi program latihan sehat di tengah pandemi
Baca juga: PM Jepang mundur, KOI tawarkan bantuan persiapan Olimpiade Tokyo
Baca juga: Persaingan ketat, KOI butuh dukungan pemerintah untuk Olimpiade 2032