NOICE: Pendengar Podcast di Makassar Tinggi, Tembus 230 Ribu Pengguna

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Platform audio streaming NOICE mengungkapkan, Makassar merupakan salah satu kota dengan pertumbuhan pendengar konten audio terbesar di Indonesia, termasuk di antaranya podcast atau siniar.

NOICE mencatat, Makassar menjadi salah satu dari lima kota dengan pendengar podcast terbanyak di Indonesia, dengan lebih dari 230 ribu pengguna.

Mengutip siaran persnya, Kamis (11/11/2021), NOICE menyebut siniar yang mengudara pun juga tak cuma dari individu, tetapi juga organisasi dan lembaga lainnya.

Beberapa tahun terakhir portal berita online, radio lokal, hingga lembaga pemerintahan seperti Rumah Detensi Imigrasi Kemenkumham di Makassar, juga meramaikan konten podcast melalui beragam topik.

Chief Business Officer (CBO) NOICE Niken Sasmaya, mengatakan fleksibilitas konten audio yang memungkinan pendengar menikmatinya tanpa melihat layar, jadi faktor semakin dinikmatinya konten audio seperti podcast hingga live audio.

"Sejalan dengan komitmen kami untuk menciptakan ekosistem konten audio di Indonesia, kami fokus untuk menghadirkan konten lokal dengan merangkul konten kreator berbakat di berbagai daerah, termasuk Makassar," kata Niken.

Menurutnya, hal ini untuk menciptakan konten dengan dialek lokal serta mengangkat topik yang relevan dengan masyarakat di tiap daerah tersebut.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Konten Podcast Makassar

Ilustrasi NOICE. (Ist.)
Ilustrasi NOICE. (Ist.)

VP of Content NOICE, Thomas Raditya, menambahkan di platform mereka sudah terdapat beragam konten dari berbagai genre, mulai dari komedi, horor, parenting, hobi, relationship, dan lain-lain.

Thomas mengatakan, konten-konten ini masih ditambah lagi dengan banyaknya konten lokal dari berbagai daerah dengan cerita lokal yang khas dan unik.

"Inilah alasan kenapa kami ingin merangkul lebih banyak lagi konten kreator lokal, khususnya Makassar, untuk berkarya dan membangun komunitasnya di NOICE," kata Thomas.

Salah satu podcast lokal asal Makassar adalah Capila, yang mengangkat topik-topik menghibur yang disajikan secara jenaka dengan bahasa khas Bugis-Makassar, dan dipandu oleh duo Arif Brata dan Ai Kecil.

Menurut host podcast Capila, Arif Brata, konten yang mereka angkat dalam siniarnya merupakan topik sehari-hari yang akrab dengan masyarakat dan anak muda di Makassar.

"Di sisi lain, kami melihat banyak perantau dari Makassar yang rindu dengan kampung halamannya dan ketika mendengar podcast kami, mereka merasa relate dan terkoneksi secara emosional, rasanya seperti pulang ke rumah," kata Arif.

Podcast Capila di aplikasi NOICE sendiri, tercatat telah mendapatkan lebih dari 1.300 pengikut.

Kembangkan Skema Monetisasi

Ilustrasi Podcast. Kredit: Positive Images via Pixabay
Ilustrasi Podcast. Kredit: Positive Images via Pixabay

Lebih lanjut, NOICE mengungkapkan mereka saat ini sedang mengembangkan skema monetisasi untuk mendukung kesuksesan para kreator.

Salah satunya dalam bentuk tipping atau donasi ang bisa dilakukan oleh para pendengar, untuk mendukung kreator favoritnya.

Niken mengatakan, dengan dukungan konkret bagi para kreator mulai dari fitur teknologi dan produk, fasilitas produksi, hingga promosi, diharapkan bisa memberi kemudahan untuk mengembangkan bakat dan potensinya di industri konten audio.

"Serta membuka lapangan kerja baru sehingga memberikan dampak positif terhadap kemajuan ekonomi yang lebih luas," kata Niken.

Dia menambahkan, NOICE siap untuk berkolaborasi dan merangkul para kreator konten lokal di Makassar, untuk turut berkarya di platform mereka.

(Dio/Isk)

Infografis: 14 Layanan Publik Komersial Yang Wajib Bayar Royalti Lagu

Infografis: 14 Layanan Publik Komersial Yang Wajib Bayar Royalti Lagu (Liputan6.com / Abdillah)
Infografis: 14 Layanan Publik Komersial Yang Wajib Bayar Royalti Lagu (Liputan6.com / Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel