Nokia Asha 205 Diluncurkan Pertama di Indonesia  

TEMPO.CO, Jakarta - Nokia memilih Indonesia sebagai salah satu negara pertama tempat peluncuran global dua ponsel terbarunya, Asha 205 dan Nokia 206. Martin Chirotarrab, President Director Nokia Indonesia, mengatakan penunjukan ini dilakukan dengan alasan Indonesia merupakan pasar yang sangat penting bagi Nokia.

»Bagi Nokia, Indonesia merupakan pasar terbesar kedua di Asia Pasifik serta sepuluh besar secara global,” ujarnya dalam peluncuran produk di Kempinsky, Senin, 26 November 2012. Selain Indonesia, dua negara pertama tempat peluncuran produk ini adalah India dan Nigeria.

Nokia Asha 205 merupakan kelanjutan dari 11 anggota lini Asha lainnya yang telah lebih dulu diluncurkan. Fitur utamanya adalah tombol Facebook tersendiri yang ditanam pada ponsel dengan keyboard QWERTY ini. »Pengguna dapat langsung mengakses Facebook dalam sekali tekan,” ujar Irwan Hermawan, Product Manager Nokia Indonesia.

Selain tombol Facebook, ponsel ini telah dilengkapi dengan aplikasi Twitter dan eBuddy. Aplikasi eBuddy tersebut terintegrasi dengan platform Nokia sehingga, bila ada pesan masuk, pengguna akan menerima notifikasi meskipun aplikasi eBuddy tidak sedang dijalankan. Terdapat pula 40 game dari Electronic Arts senilai lebih dari Rp 450 ribu yang dapat diunduh secara gratis oleh pengguna.

»Kami juga mempertahankan Xpress browser, yang dapat melakukan kompresi data hingga 90 persen,” ujar Martin Chirotarrab. Dengan kompresi data pada peramban ini, pengguna dapat mengkases internet dengan lebih cepat dan biaya akses yang lebih murah. Nokia Asha 205 juga tersedia dalam varian dual SIM.

Selain Nokia Asha 205, vendor asal Finlandia ini meluncurkan Nokia 206 DS, yang dilengkapi dengan fitur Self Portrait. Dengan fitur ini, ketika pengguna akan mengambil foto diri sendiri, akan ada arahan suara yang memandu agar pengambilan gambar menjadi pas. Ponsel ini dilengkapi keypad alfanumerik dengan layar 2,4 inci, serta kamera 1,3 megapiksel.

Kedua perangkat ini dilengkapi dengan aplikasi Slam, yang disebut Irwan mirip dengan teknologi transfer data Near Field Communication (NFC) di mana saat pengiriman data, kedua perangkat diletakkan berdekatan. Fitur ini berjalan dengan Bluetooth, tapi memangkas beberapa langkah pengiriman, seperti pairing dan pencarian nama perangkat. »Dengan fitur Slam, ponsel akan langsung mencari perangkat terdekat yang Bluetooth-nya menyala,” ujar Irwan. Fitur ini dapat digunakan untuk mengirim data ke perangkat apa pun yang memiliki Bluetooth.

Nokia Asha 205 akan tersedia Desember mendatang  dalam warna cyan, magenta, dan oranye dengan perkiraan harga sekitar Rp 599 ribu . Sementara itu, Nokia 206 yang memiliki warna cyan, magenta, dan yellow diperkirakan akan dibanderol dengan harga sekitar Rp 600 ribu dan tersedia pada Januari tahun depan.

RATNANING ASIH

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.