Nokia menangkan kontrak 5G di Taiwan senilai 450 juta dolar AS

Oleh Supantha Mukherjee

(Reuters) - Produsen peralatan telekomunikasi dari Finlandia Nokia Oyj mengatakan pada Senin telah memenangkan kontrak 5G senilai sekitar 400 juta euro atau sekitar 450 juta dolar AS dari Taiwan Mobile untuk membangun jaringan generasi berikutnya dari operator telekomunikasi Taiwan itu sebagai pemasok tunggal.

Sudah menjadi pemasok ke jaringan Taiwan Mobile sebelumnya, Nokia akan mempersiapkan pemasangan bulan ini dan menyelesaikan migrasi ke 5G mandiri dalam periode tiga tahun.

Nokia, bersama dengan saingannya sesama Nordic, yakni Ericsson, mengambil sebagian besar kontrak 5G di Taiwan.

Ketika Nokia juga memenangkan kontrak 5G dari Taiwan Star dan Chunghwa Telecom, Ericsson bersepakat dengan Far Eas Tone dan bagian dari kontrak dari Chunghwa.

Untuk mengimbangi rintangan yang dihadapi tahun lalu, operator telekomunikasi Finlandia ini telah membuat perubahan haluan dengan mendiversifikasi pasokan chipset-nya dan meraih kesepakatan 5G. Awal bulan ini, Nokia menyepakati kontrak 5G dengan Bell Canada dari Kanada dan Telus Corp, bersama dengan pesanan dari sebuah operator telekomunikasi Singapura.

Namun, Nokia tidak memenangkan kontrak radio 5G dari perusahaan-perusahaan telekomunikasi China - China Mobile, China Unicom dan China Telecom - dalam putaran penawaran baru-baru ini, belum termasuk bagian dari kontrak jaringan inti 5G milik China Unicom.

Huawei, ZTE dan Ericsson mendapat semua kontrak radio 5G dari tiga vendor top di China.


(Laporan Supantha Mukherjee di Bengaluru, Disunting oleh Sherry Jacob-Phillips)