Nomor Urut Satu untuk Caleg Terbaik Demokrat

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Saan Mustopa menyatakan meskipun memakai sistem suara terbanyak, nomor urut kecil calon legislator merupakan penghargaan bagi kader dari partai politik. »Ini merupakan apresiasi partai terhadap kader," kata Saan saat dihubungi, Senin, 22 April 2013.

Saan menjelaskan, pemberian nomor urut merupakan penghargaan bagi kader partai yang sudah bekerja keras membesarkan partai politik. Tetapi meskipun nomor urut berpengaruh terhadap kemudahan menentukan pilihan di kertas suara, Saan mengingatkan faktor yang paling menentukan adalah kerja-kerja politik calon yang bersangkutan. "Termasuk membangun jaringan politik," kata dia.

Saan selama ini dikenal sebagai orang dekat mantan Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum. Saan akan menjadi caleg melalui daerah pemilihan Jawa Barat VII yang meliputi Kabupaten Purwakarta, Karawang, dan Bekasi. Saan mengaku belum mengetahui nomor urut yang dia peroleh.

Partai Demokrat kemarin mengajukan 133 nama dari 150 anggota DPR sebagai caleg. Partai Hati Nurani Rakyat juga sudah menyerahkan daftar caleg sementaranya. Hari ini rencananya Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Nasional Demokrat akan menyerahkan daftar caleg sementara ke Komisi Pemilihan Umum.

WAYAN AGUS PURNOMO

Berita Populer

PDIP Bakal Kirim Surat Protes ke Panglima TNI 

SBY Copot Gede Pasek dari Struktur Demokrat

Golkar Baru Daftarkan Satu Caleg Artis  

Topik Terhangat:

Ujian Nasional | Bom Boston | Lion Air Jatuh | Kasus Cebongan

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.