Nongkrong di Warkop saat PPKM Darurat, 8 Anggota Dishub DKI Dipecat

·Bacaan 1 menit

VIVA – Sebanyak delapan orang anggota Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta dipecat dari jabatannya karena telah melanggar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat, yaitu nongkrong di warung kopi (Warkop) untuk minum kopi.

Pemecatan itu disampaikan oleh Kadishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo saat konferensi pres di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat, 9 Juli 2021.

"Telah dilaksanakan acara pemberian surat pemutusan hubungan kerja dan pecopotan tanda pangkat anggota PJLP (Penyedia Jasa Lainnya Orang Perorangan) Dishub. Yang mana ada 8 anggota yang melakukan pelanggaran mereka berkerumun dan melaksankan, melakukan makan minum dan ngopi di warung kopi kawasan Patal Senayan," lkata Syafrin.

Keberadaan para anggota Dishub di Warkop itu memang viral di jagat media sosial. Sehingga, video itu terdengar oleh atasnya mereka dan langsung diberikan sanksi dipecat langusng.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan internal Dishub delapan anggota PJLP ini mengakui mereka yang berada di area video viral tersebut dan dari hasil berita acar apemeriksaan terpenuhi unsur pemberian sanksi kategori berat," ujarnya.

"Untuk itu langsung pada tanggal 9 juli 2021 ini ke-8 anggota PJLP dilakukan pemutusan hubungan kerja," sambungnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan, ada dua pelangaran yang dilakukan mereka. Pertama, 8 anggota PJLP tidak melaksanakan apel di Polda metro Jaya. "Yang setiap malam kita melakukan operasi secara gabungan mulai jam 10 sampai dengan 4 pagi," katanya.

Kedua, mereka melanggar ketentuan, yang telah diatur dalam Kepgub No. 875 tahun 2021 tentang PPKM Darurat C19 khusunya terkait dengan pengaturan, makan dan minum di warung, rumah makan, warung kopi, PKL.

"Dan sejenis lainnya yaitu dilarang makan di tempat, yang diperbolehkan hanya delivery atau take away. Ini pelanggaran yang dilakukan 8 aggota PJLP," katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel