Nono Minta Geng Motor Anarkis Ditindak Tegas

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon wakil gubernur DKI Jakarta Nono Sampono, meminta geng motor yang berbuat anarkis ditindak tegas.  Bila anggota TNI terbukti terlibat dalam kasus tersebut, katanya, juga tetap harus ditindak tegas.

"Perbuatan itu harus ditindak tegas, pemimpin dan satuan pasti  tidak akan membiarkan itu," kata Nono seusai menemui geng motor di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (17/4/2012).

Namun, Nono menyayangkan persoalan geng motor baru direspons setelah marak kasus anarkis. Padahal, hal itu bisa dicegah jauh-jauh hari.

Pada 31 Maret lalu, terjadi penganiayaan terhadap staf khusus Panglima Armada RI kawasan barat (Armabar) Kelasi Arifin Siri, di Jalan Benyamin Sueb, Pademangan Timur, Jakarta Utara.

Arifin tewas setelah dikeroyok sejumlah orang yang diduga kuat merupakan geng motor. Efek dari tewasnya Arifin, pada 7 April 2012 di SPBU Shell, Jalan Danau Sunter Utara, Jakarta Utara, puluhan pria bersepeda motor menyerang kelompok orang di Jalan Danau Sunter Utara, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Akibatnya, satu orang tewas dan dua orang mengalami luka berat akibat benda tajam. Kejadian penyerangan serupa berlanjut pada 8 April 2012, di Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Dalam peristiwa ini, empat orang mengalami luka bacok setelah diserang kelompok orang bersepeda motor. Para penyerang mencoreng pipinya dengan cat warna putih.
 
Dari dua peristiwa setelah tewasnya Arifin, polisi menyimpulkan penyerangan tersebut memiliki keterkaitan, dan diduga kuat sebagai bentuk balas dendam.

Meski polisi sudah menetapkan pemuda bernama Joshua sebagai tersangka, aksi penyerangan terus berlanjut. Ratusan pria menggunakan sepeda motor melakukan aksi brutal pada Jumat (13/4/2012) dini hari.

Akibatnya beberapa orang terluka. Selain itu, ada dua anggota TNI yang tertembak orang tak dikenal, saat geng motor beraksi di Jalan Pramuka. (*)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.